Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Poliwangi dan Warga Penganjuran Kembangkan Hidroponik

23 Juni 2020, 10: 12: 11 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BELAJAR HIDROPONIK: Warga Lingkungan Mulyoasri, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi foto bersama tim Poliwangi.

BELAJAR HIDROPONIK: Warga Lingkungan Mulyoasri, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi foto bersama tim Poliwangi. (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi-Lingkungan Mulyoasri, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan  Banyuwangi, mengembangkan kegiatan pertanian urban farming. Salah satu teknik yang digunakan di lingkungan rumah di daerah perkotaan itu adalah sistem pertanian hidroponik dengan metode deep flow technique (DFT).

DFT adalah sistem pertanian hidroponik dengan menggunakan genangan dan sirkulasi dengan aliran pelan. Kelebihan metode DFT adalah nutrisi dan cadangan air akan selalu tersedia, meski pun dalam proses sirkulasi tidak dilakukan secara terus- menerus, hasil panen tanaman lebih seragam, dan perawatan lebih mudah.

Kegiatan pertanian itu melibatkan dua dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Mereka adalah Abdul Holik STP, MSc sebagai ketua dan anggotanya Muhammad Habbib Khirzin SPi, MSi. “Kegiatan ini didanai oleh DIPA Poliwangi,” terang  Holik.

Ada tiga tahap kegiatan, yaitu tahap sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan. Sosialisasi memakai metode klasikal di mana masyarakat diajak memahami fase pertumbuhan tanaman, perbedaan pertanian hidroponik dengan pertanian konvensional, penjelasan tentang angka kecukupan gizi, pentingnya konsumsi sayur, dan kesadaran lingkungan.

Tahap demonstrasi dijelaskan alat dan bahan yang digunakan, cara perakitan, tahapan-tahapan pembuatan media tanam, dan teknik irigasi yang harus dilakukan, serta cara mencampur pupuk nutrisi hidroponik. Termasuk cara mengukur kadar nutrisi yang dibutuhkan tanaman. “Nah pada tahap pendampingan, masyarakat didampingi selama dua bulan untuk memonitor proses perawatan tanaman hingga proses panen,” tuturnya.

Ditambahkan, Lingkungan Mulyoasri adalah daerah padat penduduk dengan lahan terbuka hijau yang terbatas. Sebagai masyarakat perkotaan, kata dia,  lebih tinggi pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi, serta daging. Pengeluaran dan konsumsi sayur-sayuran justru relatif kecil. “Padahal dalam musim pandemi Covid-19 ini, konsumsi sayur sangat dianjurkan guna meningkatkan sistem imunitas,” cetus Holik.(*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia