Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng
Dua Pengunjung Pulau Merah Digulung Ombak

Dua Pengunjung Pulau Merah Digulung Ombak

22 Juni 2020, 19: 40: 52 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PENCARIAN: Petugas gabungan menggunakan perahu karet mencari korban yang hilang terseret ombak Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran kemarin (21/6).

PENCARIAN: Petugas gabungan menggunakan perahu karet mencari korban yang hilang terseret ombak Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran kemarin (21/6). (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

Share this          

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Masa uji coba dibukanya tempat wisata Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran memakan korban jiwa. Dua pengunjung digulung ombak, Sabtu sore kemarin (20/6). Satu korban ditemukan meninggal, satunya masih dalam pencarian tim gabungan.

Korban meninggal bernama Aqil Savik Putra Ardiantara, 9, warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Sedangkan korban hilang Krisna Andrian, 21.  ”Satu korban ditemukan sudah meninggal,” ujar  Kanit Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Pos Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Bripka Wayan Wedhana.

Petaka yang menimpa pengunjung Pulau Merah tersebut terjadi  pukul 16.30. Sore itu,  korban bersama beberapa temannya bermain pasir dan mandi di sekitar Pantai Pulau Merah. “Mereka itu mandi di daerah berarus deras dan masuk kawasan zona merah,” terangnya.

Saat mereka mandi, tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam pengunjung yang sedang mandi. Awalnya, mereka sempat menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, datang lagi ombak  lebih besar yang menyeret Aqil Savik Putra Ardiantara.

Melihat Aqil tergulung ombak, Krisna Andrian mencoba menolong dengan menceburkan diri  ke laut. Tapi sial, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember itu malah ikut tergulung ombak dan dinyatakan hilang. “Mereka terseret ombak hingga sejauh 20 meter dari bibir pantai,” terang Wayan Wedhana.

Saat tergulung ombak, keduanya sempat minta tolong dengan melambai-lambaikan tangannya. Teriakan minta tolong itu menyita perhatian  para peselancar. “Salah satu peselancar mencoba menolong korban,” jelasnya.

Tubuh Aqil yang sudah lemas akhirnya berhasil ditolong oleh peselancar dan penjaga pantai di dekat bukit Pulau Merah. Saat ditolong pukul 17.30, korban  sudah meninggal. “Korban ditemukan menjelang magrib pada Sabtu (20/6),” jelas Wayan.

Selanjutnya tubuh korban yang sudah lemas itu dilarikan ke Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan nyawanya tidak dapat diselamatkan lagi. Saat kejadian, terang dia, petugas juga melakukan pencarian pada korban Krisna Andrian. Karena kondisi sudah malam, pencarian dilanjutkan keesokan harinya. “Saat kejadian tubuh Krisna tidak dapat ditolong dan hanyut terbawa arus,” ungkapnya.

Saat ini petugas gabungan dari Satpol Airud, TNI AL, Basarnas, BPBD, dan Life Guard Pulau merah terus berpatroli melakukan pencarian korban. Tapi, hingga Minggu sore (21/6), pencarian pada korban yang juga melibatkan nelayan sekitar itu belum membuahkan hasil. “Satu perahu karet milik Basarnas dikerahkan untuk mencari korban,” tandasnya. (*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia