Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Soal Unggahan SARA, Promeg Berdamai dengan Sumahmo

22 Juni 2020, 18: 14: 19 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

JALAN PERDAMAIAN: (dari kiri) Nanang Hariyanto bersama Ayu Fitri dan Saleh menunjukkan berita acara perdamaian di kantor LKBH Untag Banyuwangi kemarin (21/6).

JALAN PERDAMAIAN: (dari kiri) Nanang Hariyanto bersama Ayu Fitri dan Saleh menunjukkan berita acara perdamaian di kantor LKBH Untag Banyuwangi kemarin (21/6). (SIGIT/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi Ini pelajaran bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam memanfaatkan media komunikasi sosial. Gara-gara mengungah kalimat yang dinilai bermuatan kebencian dan diskriminasi suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA), Sumahmo, warga Kecamatan Wongsorejo sempat dilaporkan ke pihak berwajib.

Dalam unggahan di story WhatsApp (WA) miliknya, Sumahmo menuliskan kalimat PDIP dan PKI siap membantai umat Islam. Unggahan ini pun berbuntut panjang, dia dilaporkan ke pihak berwenang oleh Koordinator Promeg 98 Nanang Hariyanto alias Cemenk.

Beruntung, pihak Promeg dan Sumahmo akhirnya sepakat berdamai. Kesepakatan damai terjalin di kantor Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Untag Banyuwangi kemarin (21/6). Pada kesempatan itu, pihak Promeg diwakili langsung Nanang Cemenk, sedangkan pihak Sumahmo diwakili anggota keluarga, yakni Ayu Fitri Handayani.

Nanang mengatakan, dirinya secara pribadi sudah memaafkan perbuatan yang dilakukan Sumahmo dan segera mencabut laporan ke pihak kepolisian. Selain pertimbangan pribadi, pencabutan laporan itu juga sudah mendapat restu dari jajaran pengurus PDIP Banyuwangi.

Dikatakan, ada beberapa hal yang mendasari pencabutan laporan tersebut. Salah satunya faktor sumber daya manusia (SDM) Sumahmo serta pertimbangan kemanusiaan. “Pak Sumahmo ini lulusan sekolah dasar (SD) sehingga tidak begitu mengerti hukum. Saya pikir Pak Sumahmo khilaf,” kata dia.

Selain itu, imbuh Nanang, Sumahmo maupun pihak keluarganya sangat gigih meminta maaf kepada Promeg dan jajaran PDIP Banyuwangi. “Pak Sumahmo sangat gigih berusaha meminta maaf dan menemui pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Wongsorejo, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Banyuwangi. Intinya ketua PAC Wongsorejo sudah oke, Ketua DPC juga sudah oke. Maka saya bersedia mencabut laporan tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LKBH Untag Saleh mengatakan, sebagai kuasa hukum Sumahmo, pihaknya telah berikhtiar agar permasalahan itu bisa diselesaikan dengan damai. Selain pihak kuasa hukum, upaya perdamaian juga dilakukan pihak keluarga dengan cara berkoordinasi dengan kader PDIP, pengurus PDIP, dan pihak pelapor, yakni Promeg 98 Banyuwangi. “Hasil koordinasi tersebut diperoleh kesepakatan bersama agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan damai,” ujarnya.

Kesepakatan damai dicapai dengan syarat Sumahmo menyampaikan permohonan maaf telah menyebarkan konten bernuansa permusuhan dan SARA. “Selain sudah meminta maaf, Pak Sumahmo juga menyatakan sangat menyesali perbuatannya. Unggahan itu sama sekali tidak ada niatan untuk memfitnah PDIP, tetapi karena keterbatasan SDM beliau. Sehingga dia tanpa sadar menyebarluaskan konten yang bermuatan permusuhan tersebut,” paparnya.

Saleh berharap, perdamaian tersebut bisa membawa dampak positif bagi kedua pihak dan masyarakat secara umum. “Sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang kembali. Jangan sampai ada Pak Sumahmo-Pak Sumahmo yang lain,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia