Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Jaga Kualitas Indukan, Disperta Suntik Sapi

19 Juni 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TUNJANG PRODUKTIVITAS: Disperta melakukan layanan terpadu terhadap ternak sapi di tujuh kecamatan di Banyuwangi.

TUNJANG PRODUKTIVITAS: Disperta melakukan layanan terpadu terhadap ternak sapi di tujuh kecamatan di Banyuwangi. (DISPERTA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Pertanian menggelar pendampingan kepada peternak sapi. Pendampingan yang dilakukan di tujuh titik ini berupa pelayanan kesehatan gratis yang meliputi pemberian vitamin, pengobatan, pemberian mineral untuk tambahan pakan, obat cacing, salep mata, dan pemberian vaksin pencegah keguguran khusus bagi sapi perah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) drh Nanang Sugiharto menjelaskan, layanan yang diberikan Disperta Banyuwangi ini telah menyasar tujuh kecamatan dengan jumlah hewan minimal 400 ekor per kecamatan.

Menurutnya, kewenangan itu masih membutuhkan pelayanan pemerintah karena tidak bisa dilakukan peternak sendiri. Misalnya penyuntikan, penanganan sapi gatal, sapi demam, atau tak mau makan. 

Sementara itu, perawatan sehari-hari, pengobatan cacingan, dan pemanggilan mantri hewan, sudah bisa dilakukan atau diatasi masing-masing peternak. Dengan kerja sama demikian, Banyuwangi berhasil memperoleh 42 ribu kelahiran anakan sapi dalam setahun.

Pihaknya mencatat sekitar 30 ribu anak sapi yang lahir di Banyuwangi terjual keluar daerah, seperti ke Mojokerto, Jombang, hingga Jakarta. Faktor pendukung tingginya produktivitas sapi di Banyuwangi di antaranya kualitas indukan, sumber daya, petugasnya, dan makanan. ”Contohnya jika makanannya kurang bagus, berdampak proses perkawinannya. Dipaksakan pun, ya tidak akan menghasilkan. Misalnya seperti itu,” imbuh Nanang. 

Nanang mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk pencegahan penyakit hewan menular dan antisipasi kejadian penyakit hewan menular dari luar kabupaten. ”Sebab Banyuwangi sebagai pintu masuk wilayah Jawa, harus tetap diawasi,” pungkasnya. (*)

(bw/rbs/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia