Sabtu, 26 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

TP-PKK Bikin Aplikasi Permudah Pendataan Dasawisma

19 Juni 2020, 06: 45: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERBASIS ANDROID: Dani Azwar Anas saat melakukan monitoring dan evaluasi input data Dasawisma di Kecamatan Bangorejo kemarin (18/6).

BERBASIS ANDROID: Dani Azwar Anas saat melakukan monitoring dan evaluasi input data Dasawisma di Kecamatan Bangorejo kemarin (18/6). (DINI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banyuwangi kembali berinovasi. Kali ini, inovasi yang digulirkan berupa aplikasi bernama ”Dasawisma”.

Dasawisma merupakan aplikasi berbasis android yang berfungsi membantu validasi data PKK menjadi semakin mudah, efektif, dan efisien.

Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwas Anas mengatakan, aplikasi tersebut merupakan upaya TP-PKK untuk melakukan tertib administrasi. ”Kami ingin validasi data PKK dilakukan secara online agar lebih efektif, efisien, dan murah. Dengan pendataan berbasis aplikasi, kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya fotokopi berkas. Selain itu, datanya juga lebih aman karena tersimpan dalam file,” ujar perempuan yang karib disapa Dani Anas tersebut saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penginputan data Dasawisma di Kecamatan Bangorejo kemarin (18/6).

Dani menjelaskan, aplikasi tersebut terus dikembangkan. Saat ini aplikasi Dasawisma dalam tahap uji coba dan akan terus disempurnakan. Pendataan lewat aplikasi Dasawisma ini berbasis nomor induk kependudukan (NIK) sehingga langsung terhubung dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Sehingga didapatkan data kondisi masyarakat yang riil setiap desa, seperti jumlah balita, ibu hamil, anak usia sekolah, dan masih banyak lagi. ”Data Dasawisma ini kita update tiap bulan. Sehingga lebih valid dan akurat dibandingkan sensus yang dilakukan 10 tahun sekali,” kata dia.

Menurut Dani, data tersebut akan digunakan untuk menentukan saran kepada setiap desa tentang program apa yang tepat diberikan kepada warganya. ”Misalnya, untuk desa yang warganya masih banyak buang air di sungai akan kita sarankan agar melakukan jambanisasi. Intinya kita ingin bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya.

Sebelum pendataan online dilakukan, tiap perwakilan kader dawis mendapatkan pendampingan langsung dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Banyuwangi dalam menginput data tersebut ke dalam aplikasi.

Dani berkesempatan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penginputan data dawis di sejumlah tempat. Salah satunya di Kecamatan Bangorejo. Sebelumnya, monev juga dilakukan di Kecamatan Sempu, Muncar, Glagah, dan Licin. ”Monev ini dalam rangka menginventarisasi permasalahan yang muncul saat penginputan data. Sebagai bahan untuk penyempurnaan aplikasinya,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia