Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Kembali ke Ponpes, Santri Diperiksa Ketat

18 Juni 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PROTOKOL KESEHATAN: Santriwati dan orang tua santri diperiksa suhu tubuhnya saat datang di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo kemarin (17/6).

PROTOKOL KESEHATAN: Santriwati dan orang tua santri diperiksa suhu tubuhnya saat datang di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo kemarin (17/6). (JAWAPOS.COM)

Share this          

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah libur panjang, ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo kembali ke pondok pesantren. Sebelumnya para santri harus melalui protokol kesehatan ketat demi mencegah penyebaran virus korona di pesantren, Rabu pagi (17/6).

Saat tiba di pesantren, satu per satu santri menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di gerbang masuk Ponpes Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.

Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum KH Hayatul Ikhsan menjelaskan, penerapan protokol kesehatan superketat ini sengaja dilakukan oleh pihak pesantren dan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus korona di lingkungan pesantren. ”Begitu tiba di depan pintu gerbang, santri diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, melewati bilik sterilisasi, tas dan barang bawaan dijemur di bawah terik matahari dan disemprot cairan disinfektan,” ungkapnya.

Setelah itu mereka baru diizinkan duduk di kursi yang berada di bawah tenda dengan tetap menjaga jarak antarkursi. Kemudian para santri diperiksa suhu tubuhnya dan diminta menunjukkan berkas surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas. ”Khusus hari ini (kemarin) adalah santri putri dari dalam Banyuwangi,” jelasnya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, para santri terlebih dulu diberikan sosialisasi masuk asrama pesantren oleh pengurus pondok di bawah tenda dengan kursi yang telah diatur jaraknya.

Kiai Hayat menjelaskan, santri yang akan datang masuk ke pondok pesantren diatur dengan sistem bergelombang yakni pada Rabu (17/6) adalah santri putri asal Kabupaten Banyuwangi, Kamis (18/6) santri laki-laki dari Banyuwangi, dan pada Jumat (19/6) santri dari luar daerah Banyuwangi. ”Sudah kita atur secara bertahap dalam beberapa gelombang. Sebelum masuk pondok, para santri diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing sesuai dengan instruksi pengurus pesantren,” terang Wakil Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi ini.

Sementara itu, Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin menambahkan bahwa tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wongsorejo mulai Camat, Kapolsek, Danramil, dan puskesmas serta relawan dari Banser juga ikut terlibat dalam pemantauan kepada para santri yang sudah kembali ke pondok pesantren di Kecamatan Wongsorejo.

Salah satunya yakni menurunkan tim medis dari puskesmas yang bertugas melakukan pemeriksaan di pesantren. Apalagi, Ponpes Miftahul Ulum juga salah satu kawasan pesantren tangguh di Kecamatan Wongsorejo. ”Pihak pengasuh pondok pesantren sudah siap menerima santri sesuai protokol kesehatan dan sejauh in berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya. (*)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia