Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events

Melukis Gadis Desa di Sanggar Gent Art Banyuwangi

15 Juni 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SIAP DILELANG: Para perupa didampingi seorang model menunjukkan karya lukisan bertema ”Lencir Kuning” di pelinggihan  Sanggar Gen Art Sabtu lalu (13/6).

SIAP DILELANG: Para perupa didampingi seorang model menunjukkan karya lukisan bertema ”Lencir Kuning” di pelinggihan Sanggar Gen Art Sabtu lalu (13/6). (RAMADA KUSUMA/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Empat perupa Banyuwangi unjuk kebolehan melukis on the spot Sabtu lalu (13/6). Mereka adalah N Kojin, Slamet Sugiono, Windu Pamor, dan Suyono. Seorang model, Hafni Mega,  dihadirkan sebagai obyek lukisan.

Melukis on the spot yang berlangsung di Sanggar Gen Art Jalan Kepiting itu mengusung tema ”Lencir Kuning”. Sugiono sang maestro patung mengandalkan sketsa. Sedangkan Windu Pamor dengan aliran ekspresionis dengan cekatan mengambil cat di tangan lalu dibalurkan di atas kanvas ukuran besar.

Suyono dan Kojin tak mau kalah. Keduanya memainkan kuas dengan gambar gadis desa. Tak sampai satu jam, lukisan ”Lencir Kuning” pun tuntas. Usai melukis, mereka menggelar selamatan kecil dengan menyantap nasi kuning. Selamatan tersebut sebagai simbol dimulainya era baru kebiayasaan anyar. ”Seniman ikut terpuruk dengan adanya wabah korona. Kami berharap dengan melukis on the spot dilanjutkan selamatan ini, wabah korona segera lenyap,’’ kata Kojin.

Lalu dikemanakan lukisan tersebut? Sejak awal para perupa Banyuwangi sepakat lukisan tersebut dilelang. Selanjutnya hasil lelang didonasikan kepada teman-teman seniman yang kena dampak Covid-19.  Jika lukisan tersebut laku di tangan kolektor, 70 persennya masuk donasi, yang 30 persen dikasihkan pelukis sebagai ganti membeli bahan-bahan lukisan. ”Ini sudah yang keempat kalinya kami menggelar lelang lukisan. Hasilnya untuk membantu teman-teman sesama perupa,’’ timpal Windu Pamor.

Koordinator Perupa Banyuwangi Slamet Sugiono menambahkan, melukis on the spot akan terus digelar tiap minggu. Temanya pun berganti-ganti mengikuti kesepakatan teman-teman pelukis. Masyarakat umum, khususnya pencinta lukisan, boleh datang untuk menyaksikan. ”Kita juga memberikan semangat kepada teman-teman pelukis agar tetap bangkit di tengah pandemi korona ini,’’ kata Sugiono. (*)       

(bw/sli/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia