Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Keramahan Para Tenaga Medis Menjadi Penyemangat Pasien

22 Mei 2020, 10: 43: 43 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Nyami menjadi peserta JKN-KIS mendapat kemudahan mengakses pelayanan kesehatan

Nyami menjadi peserta JKN-KIS mendapat kemudahan mengakses pelayanan kesehatan

Share this          

Jawapos.Com - Di era Jaminan Kesehatan Nasional ini rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Tidak boleh ada perlakukan yang berbeda antara pasien JKN-KIS dengan pasien umum yang membayar sendiri. Salah satu peserta JKN-KIS dari segmen PBPU asal Banyuwangi, Nyami (55) mengatakan dengan menjadi peserta JKN-KIS tentunya yang diharapkan bukan hanya kemudahan mengakses pelayanan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang bermutu.

Dari pengalamannya dalam mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit yang menjadi provider BPJS Kesehatan, Nyami mempunyai kesan yang positif. Sebagai peserta JKN-KIS, dirinya tidak merasakan adanya perlakukan yang berbeda dengan pasien umum ketika dirinya pertama kali di diagnosis memiliki penyakit Gagal Ginjal kronis. Ketika awal Nyami diharuskan untuk melakukan cuci darah. Dirinya merasa tidak bersemangat lagi untuk hidup. Namun melihat sikap empati dan keramahan yang ditunjukkan para perawat

“Perawat serta dokter yang bertugas melayani cukup cekatan dalam menangani saya dan juga mereka akan memberikan informasi yang jelas terkait kondisi penyakit saya saat ini. Perawat di sini yang menangani saya di ruang Hemodialisis ini seluruhnya ramah-ramah dan cepat dalam melayani kebutuhan pasien. Ini membuat saya lebih tenang saja saat diberi tindakan,” ungkap Nyami.

Fasilitas di ruang Hemodialisis menurutnya juga cukup baik. Lantaran dalam kondisi wabah seperti pada saat ini, rumah sakit harus memperhatikan kebersihan dan sterilnya ruangan. “Sebagai peserta JKN-KIS, yang saya harapkan dari pelayanan di rumah sakit bukan hanya fasilitasnya atau tidak adanya biaya yang harus dikeluarkan. Keramahan dokter dan perawat buat saya juga sangatlah penting

Kesan positif tersebut membuat Nyami sangat bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta Mandiri Program JKN-KIS jauh hari sebelum didiagnosis menderita gagal ginjal kronis. Lantaran sudah ada yang menjamin, ia kini bisa fokus menjalani pengobatan tanpa harus dipusingkan dengan biaya yang besar. “Harapan saya semoga Program JKN-KIS ini terus ada. Tinggal kita yang harus sadar untuk ikut berkontribusi, minimal dengan rutin membayarkan iuran tepat waktu,” tutupnya. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia