Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Smagi Luncurkan Program SMA Taruna Bangsa

Teken MoU dengan Tiga Matra di Banyuwangi

21 Mei 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

SINERGISITAS KEBANGKITAN: (dari kiri) Sulihtiyono, Istu Handono, Kapten Suwarno, Dandim 0825  Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Kepsek Smagi Mujib, dan Ustad Ghofar saat penandatanganan MoU SMA Taruna Bangsa.

SINERGISITAS KEBANGKITAN: (dari kiri) Sulihtiyono, Istu Handono, Kapten Suwarno, Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Kepsek Smagi Mujib, dan Ustad Ghofar saat penandatanganan MoU SMA Taruna Bangsa. (RULITA FOR RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Momen Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi hari istimewa bagi SMAN 1 Giri (Smagi). Sekolah yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto 38 ini meluncurkan program SMA Taruna Bangsa.

Smagi bermitra dengan ketiga matra yang ada di Banyuwangi, yakni Kepolisian, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut. ”SMA Taruna Bangsa lebih menonjolkan pendidikan pembangunan karakter atau character building,” tegas Mujib, Kepala Smagi.

Siswa bisa memiliki karakter yang lebih kuat, rasa cinta tanah air dan NKRI. Untuk itulah Smagi bermitra dengan Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, dan Lanal Banyuwangi. Materi kepemimpinan, tertib lalu lintas, dan antinarkoba akan lebih intens diberikan oleh mitra Polresta Banyuwangi. Bela negara, baris berbaris, dan wawasan kebangsaan akan digembleng oleh Kodim 0825 Banyuwangi.

"Lanal Banyuwangi memberikan materi kemaritiman, ancaman laut, dan lainnya,” kata Mujib saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Kemarin (20/5) dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Smagi dengan ketiga matra tersebut. Penandatanganan MoU berlangsung di aula SMagi. Acara tersebut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto SIP, perwakilan Lanal Banyuwangi Kapten Suwarno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur  Istu Handono, Ketua Dewan Pendidikan Sulihtiyono, Pengawas Siswaji, dan Ketua Komite sekolah Fauzi dan Ustad Gofar.

Penandatanganan tersebut terkait pelaksanaan pendidikan karakter di SMA Taruna Bangsa yang diberlakukan sejak tahun ajaran pendidikan baru 2020/2021. Perubahan nama SMA Taruna Bangsa serta jalinan kerja sama dengan militer bukan berarti  mengubah sistem pendidikan menjadi militer.

Sistem pembelajaran di Smagi masih menggunakan sistem SKS plus. Plus yang dimaksud adalah penekanan, pengembangan, dan penguatan pendidikan karakter. ”Dengan pendidikan karakter selain tingkat akademik yang tinggi juga diimbangi attitude yang bermoral dan bertanggung jawab tinggi,” tegasnya.

Pemberlakuan jam pendidikan dari ketiga matra dilaksanakan pada Senin, Rabu, dan Sabtu. Durasinya sekitar tiga jam. Untuk saat ini, pendaftaran SMA Taruna Bangsa masih mengacu dan mengikuti proses dan jadwal PPDB reguler yang ditetapkan Pemprov Jawa Timur.

Dengan berubah menjadi SMA Taruna Bangsa, kata Mujib, siswa tidak sekadar menuntut ilmu. Siswa disiapkan secara matang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai pilihan. ”Bagi yang ingin menjadi TNI dan Polri akan dibekali persiapan menuju ke sana,” terang Mujib didampingi Kacabdinprov Jatim Istu Handono.

Pun demikian dengan siswa yang mau melanjutkan ke sekolah ikatan-ikatan dinas lain. Contohnya siswa yang berminat di bidang kedokteran akan diklaster, digembleng, dan dididik siap menuju ke sana. Dengan porsi pendidikan Biologi lebih banyak. Dengan begitu saat duduk di kelas XII, siswa dan orang tua tidak lagi bingung memilih pendidikan lanjutan. ”Mereka akan lebih siap dari semua aspek,” tegasnya.

Di waktu yang bersamaan, Smagi juga melaksanakan penandatanganan dengan Ustad Gofar dari Rogojampi. MoU bertujuan untuk mengisi siraman rohani yang dilaksanakan setiap hari Jumat silih berganti dengan program Jumat Sehat dan Gemar Makan Ikan.

Tahun lalu, Smagi berhasil memberangkatkan dua siswanya umrah ke Tanah Suci. Diharapkan melalui MoU ini, tahun depan bisa memberangkatkan lagi siswa dengan jumlah yang semakin bertambah. ”Salah satu syarat siswa bisa umrah adalah yang hafal juz Alquran terbanyak,” ungkapnya.

MoU selanjutnya antara Smagi dengan Rumah Sakit Yasmin. Smagi tidak hanya bertanggung jawab pada nilai-nilai akademik. Beberapa perguruan tinggi atau pendidikan ikatan dinas jenjang berikutnya mewajibkan tes fisik. ”Untuk itu siswa akan disiapkan secara keseluruhan, termasuk screening atau tes antinarkoba,” tandasnya. (*/aif/c1)

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia