Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pembangunan Pabrik Inka Rampung 82 Persen

16 Mei 2020, 14: 55: 29 WIB | editor : Ali Sodiqin

BULAN AGUSTUS TUNTAS: Pembangunan pabrik IKNA terus dikebut di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro kemarin. Pekerjaan fisik tersebut melibatkan 500 pekerja.

BULAN AGUSTUS TUNTAS: Pembangunan pabrik IKNA terus dikebut di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro kemarin. Pekerjaan fisik tersebut melibatkan 500 pekerja. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Rencana PT Industri Kereta Api (Inka) mengoperasikan pabrik sepur di Banyuwangi terus direalisasikan. Perkembangan terbaru, pembangunan tahap I pabrik yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di tanah air tersebut kini telah mencapai 82 persen.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (15/5), ratusan pekerja tengah mengerjakan sejumlah gedung dan infrastruktur penunjang pabrik yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro tersebut. Pengerjaan pabrik tersebut digarap oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi, yakni PT Adhi Karya.

Construction Manager Pembangunan Pabrik Inka Banyuwangi Irfan Tirta Geni mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dimulai pada Januari 2019 lalu. ”Pembangunan ditarget tuntas Agustus mendatang,” ujarnya didampingi Project Control, Sofyan Fandi Rifai.

Dikatakan, pada tahap I ini pihaknya mengerjakan pembangunan tujuh unit gedung pabrik (workshop), lima bangunan gardu, satu bangunan kompresor, serta infrastruktur pendukung, seperti jalan, jaringan pipa, jaringan kabel, dan lain-lain. ”Untuk saat ini (kemarin) pekerja yang terlibat sekitar 500 pekerja. Sebelumnya jumlah pekerja yang terlibat mencapai 600 sampai 700 orang,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, tujuh gedung yang digarap meliputi gedung perakitan komponen kereta api (KA), perakitan bodi KA, perakitan sasis, hingga gedung pengecetan KA. Selain itu, dibangun pula gedung untuk pengecekan final dan gedung pengetesan hujan (rain test facility).

Irfan tidak mengetahui pasti kapan pabrik KA tersebut beroperasi. ”Itu menjadi ranah Inka,” tegasnya.

Sementara itu, di saat pandemi Covid-19, PT Adhi Karya menerapkan prosedur pengawasan ketat terhadap pekerja yang berasal dari luar daerah. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan dan penyebaran virus tersebut.

Irfan mengatakan, semua pekerja yang berasal dari luar Banyuwangi wajib membawa surat keterangan sehat dari daerah asal. Setelah tiba di Banyuwangi, pekerja tersebut akan langsung diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. ”Selanjutnya, sebelum mulai bekerja mereka juga diperiksa di Klinik Adhi Karya,” pungkasnya.

Pabrik sepur yang difokuskan menggarap pasar ekspor tersebut dibangun di lahan seluas 84 hektare di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung Agustus 2020. Inka menargetkan bisa memproduksi 4 kereta made in Banyuwangi per hari untuk memenuhi pesanan ekspor.

Untuk pengembangan industri KA di Banyuwangi, Inka menggandeng Stadler Rail Group dari Swiss. Berbagai jenis kereta akan diproduksi di Banyuwangi. Contohnya kereta Metro, Light Rail Vehicles (LRV), dan beberapa jenis kereta yang lain. Investasi yang ditanamkan untuk pembangunan pabrik Inka di Banyuwangi sekitar Rp 1,4 triliun sampai Rp 1,6 triliun. Untuk tahap awal, investasi yang digerojok sebesar Rp 600 miliar.

BULAN AGUSTUS TUNTAS: Sejumlah pekerja  terus mengebut pembangunan pabrik kereta api PT Inka di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro kemarin.

BULAN AGUSTUS TUNTAS: Sejumlah pekerja terus mengebut pembangunan pabrik kereta api PT Inka di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro kemarin. (RAMADA KUSUMA/RABA)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia