Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dirikan Dapur Umum hingga Bantu Guru PAUD

07 Mei 2020, 20: 09: 19 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERBAGI: Para relawan dapur umum bekerja menyiapkan dan  membagikan makanan gratis kepada warga di aula kantor Camat Banyuwangi.

BERBAGI: Para relawan dapur umum bekerja menyiapkan dan membagikan makanan gratis kepada warga di aula kantor Camat Banyuwangi. (SIGIT/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemerintah Kecamatan Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya penanganan pandemi virus korona di wilayahnya. Salah satunya membuat dapur umum untuk meringankan beban warga yang terdampak penyebaran Covid-19 tersebut.

Camat Banyuwangi M. Luthfi mengatakan, kegiatan dapur umum sebenarnya sudah berjalan sejak sebelum Ramadan. Bedanya, sebelum Ramadan layanan dapur umum diberikan untuk menyediakan makan siang bagi warga, sedangkan khusus di bulan Ramadan, dapur umum melayani buka puasa dan sahur.

Menurut Lutfi, selama Ramada para relawan dapur umum bekerja semakin keras. ”Selain memasak, mereka juga membagikan makanan untuk buka puasa dan sahur,” ujarnya kemarin (7/5).

Saat ini, kata Lutfi, dapur umum yang dipusatkan di aula kantor Kecamatan Banyuwangi ini melayani 200 bungkus makanan untuk berbuka dan sahur setiap hari. Bahan makanan yang akan dimasak, selain dipenuhi dari pihak kecamatan, juga berasal dari donasi para dermawan. Seperti pengusaha, pemilik toko, sampai pelaku perbankan. ”Alhamdulillah di wilayah Kecamatan Banyuwangi banyak donatur yang bersedia membantu, sehingga dapur umum bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” ujarnya.

Dapur umum tersebut dikelola oleh relawan pemuda kecamatan yang berasal dari 18 kelurahan. Mereka memasak sekaligus membagikan makanan tersebut pada warga. Para pemuda mengoordinasi semua prosesnya, mulai belanja, memasak, dan hingga membagikan makanan kepada warga yang membutuhkan. ”Setelah dimasak dan dikemas, semua makanan dibagikan langsung oleh relawan kepada penerima. Seperti tukang becak, ojol, hingga ke rumah-rumah penduduk yang memang membutuhkan, terutama lansia yang tinggal seorang diri. Mereka memang menjadi bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan,” kata Lutfi.

Selain membuka dapur umum, kata Lutfi, Kecamatan Banyuwangi juga memiliki program bantuan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdampak Covid-19. Program ini memberi bantuan kepada puluhan guru dari 24 PAUD se-kecamatan Banyuwangi berupa paket sembako selama tiga bulan. ”Saat ini banyak PAUD yang tidak mendapatkan pemasukan karena orang tua siswa juga banyak yang terdampak Covid-19 akhirnya tidak bisa membayar iuran sekolah. Dampaknya, guru banyak yang tidak mendapatkan gaji. Maka program sembako ini kami gulirkan untuk meringankan beban mereka,” bebernya.

Selain itu, kecamatan kota juga telah menyalurkan puluhan bantuan kepada warga terdampak yang belum terdaftar dalam program bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Biasanya bantuan diberikan atas aduan warga yang masuk ke nomor WhatsApp kecamatan. ”Jadi selain bantuan dari ASN, kami punya program bantuan insidental hasil donasi dari pengusaha di wilayah kecamatan kota. Jadi apabila ada warga yang mengadu sebagai warga terdampak dan belum menjadi sasaran penerima program pemerintah, maka bantuan insidental itu yang kami salurkan. Bantuannya diserahkan pada hari itu juga kepada alamat pemohon,” pungkas Lutfi.(sgt/bay/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia