Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Refleksi Hari Pendidikan Nasional

01 Mei 2020, 19: 53: 19 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

H Teguh Sumarno Ketua PGRI Jatim

H Teguh Sumarno Ketua PGRI Jatim

Share this          

Saat ini kita semua sedang melakukan ikhtiar bersama untuk tidak melakukan berbagai kegiatan, mulai berkerumun, melakukan kegiatan, hingga kegiatan secara massal, seperti sekolah dirumah atau solusi 'remote working' bagi para PNS. Mak jadilah, keadaan ini mendorong perubahan sistem  pembelajaran dan bekerja  dari rumah ini dilaksanakan dengan keadaan terpaksa.
Berbagai kebijakan pun dibuat dengan kondisi darurat. Karena memang roda perekonomian, sosial, budaya termasuk di antaranya pelayanan publik tidak bisa berhenti. 
Namun yang menjadi catatan penting adalah kondisi Covid 19 dengan dinamikanya patut dijadikan bahan refleksi pemikiran yang serius untuk masa depan.
Betapa heboh sekolah dan para guru, juga orangtua melewati masa belajar di rumah ini, karena pada hakikatnya tradisi akademik kita cenderung memilih model pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang konvensional sebelumnya.
Jadi, kini pelajaran dari keterpaksaan mengisolasi diri lalu berupaya tetap produktif harusnya membuahkan semangat perubahan paradigma berpikir, semangat meningkatkan produktifitas dalam setiap waktu, yang lebih fleksibel, dan lebih kreatif.
Kalau dulu hanya dikenal metode penyampaian pembelajaran tradisional dengan ceramah dan pemberian tugas. Saat ini, berbagai strategi, teknik, dan metode pembelajaran pun telah dikembangkan. Seiring berkembangnya kemajuan dalam hal pendidikan, bidang-bidang lainnya pun turut berkembang. Bidang pangan, sandang, papan, kesehatan, dan lainnya tak lepas dari canggihnya kemajuan teknologi. Para petani, peternak, pedagang, dokter, ilmuwan, insinyur, dan penemu-penemu kelas dunia merupakan hasil didikan seorang guru.
Kecanggihan teknologi telah melingkari berbagai sendi kehidupan. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier telah terjamah oleh kemajuan zaman. Kesemuanya itu tak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melaju demikian pesat. Tentunya, salah satu subjek yang sangat berperan dalam hal ini adalah guru sebagai penggerak roda pendidikan.
Guru Penggerak dan Merdeka Belajar
Dua jargon atau istilah tersebut diucapkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim adalah untuk meningkatkan motivasi guru dalam melaksanakan tugas sebagai ujung tombak pembelajaran dan untuk membangun paradigma pembelajaran yang menyenangkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Yang ada dalam benak saya, guru penggerak adalah guru yang aktif dan menjadi pelopor perubahan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah tempatnya bertugas, memiliki semangat pemelajar, aktif meningkatkan kompetensinya dan aktif juga berbagi ilmu dan pengalaman kepada rekan-rekan sejawatnya pada komunitas mereka baik secara tatap muka maupun secara online.
Semoga kita selalu bisa memberikan yang terbaik buat anak-anak didik kita dan membimbing mereka mencapai mimpi yang gemilang menuju masa depan yang cerah.
PGRI setiap perubahan selalu ada pada garda terdepan,  kata pepatah betapa tingginya pemikiran dan indahnya tulisan kalau tidak dibaca dan dilagukan apa artinya, itu yang hebat adalah pendidik.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020. Hidup guru, hidup PGRI solidaritas yess...

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia