Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Website Seminar Bersama Dokter Zaidul Akbar

Rajin Puasa Merupakan Kunci Sehat

24 April 2020, 07: 54: 34 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Bupati Abdullah Azwar Anas dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Ipuk Festiandani Azwar Anas mengikuti seminar website bersama dr Zaidul Akbar berbasis teknologi informasi Kamis (23/4)

Bupati Abdullah Azwar Anas dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Ipuk Festiandani Azwar Anas mengikuti seminar website bersama dr Zaidul Akbar berbasis teknologi informasi Kamis (23/4)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1441 H, Pemkab Banyuwangi menggeber webinar alias website seminar bersama dr Zaidul Akbar kemarin (23/4). Dalam webinar bertajuk ”Love Your Life” tersebut, dr Zaidul memaparkan berbagai tips bagi para peserta untuk menghadapi puasa.

       Bukan itu saja, dokter yang satu ini juga menyampaikan kiat-kiat untuk menghadapi wabah virus korona. Salah satunya dengan mengonsumsi tempe dan madu. Tempe merupakan makanan yang tinggi kandungan probiotik (bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan, khususnya saluran pencernaan), sedangkan madu atau kurma mengandung prebiotik yang berfungsi sebagai asupan untuk bakteri baik dalam tubuh manusia.

Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha saat menyaksikan website seminar bersama dr Zaidul Akbar

Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha saat menyaksikan website seminar bersama dr Zaidul Akbar

       Bupati Abdullah Azwar Anas dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Ipuk Festiandani Azwar Anas mengikuti seminar berbasis teknologi informasi tersebut. Selain itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno serta Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nuriyatus Sholiha juga ikut dalam seminar kali ini.

       Dalam pemaparannya, dr Zaidul mengatakan bahwa rajin berpuasa merupakan kunci sehat. ”Jika kita kesulitan untuk berpuasa pada hari-hari biasa, maka momentum puasa Ramadan ini, jadikan bagi kita untuk memperbaiki kesehatan tubuh dengan mengontrol asupan makanan kita,” ujarnya.

       Menurut dia, sebagian besar penyakit bersumber dari makanan. Jika makanan tidak terkontrol, maka akan menimbulkan penyakit. Untuk itu, ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan-makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan.

       Selain itu, dr Zaidul juga berbagi tips untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga terhindar dari bahaya virus korona. Salah satunya dengan cara ”berkawan” dengan bakteri. Misalnya dengan mengonsumsi probiotik dan prebiotik. ”Makanan sehat itu bukan makanan yang mahal. Tapi, yang mengandung probiotik yang cukup. Seperti halnya tempe. Makanan yang murah tersebut merupakan makanan yang kaya probiotik,” kata dia.

       Akan tetapi, imbuh Zaidul, jangan sampai makanan yang kaya bakteri baik itu keliru dalam hal penyajiannya, misalnya digoreng. Jika tempe digoreng, maka akan mengandung lemak jenuh yang tidak sehat. ”Tempenya disajikan mentah. Sebenarnya tempe yang masih putih itu sudah matang. Sebab kedelai yang menjadi bahan baku membuat tempe tersebut sudah dikukus,” ujarnya.

       Dia melanjutkan, tempe yang masih putih itu dapat dipotong berbentuk dadu lalu dibubuhi madu dan bisa langsung dikonsumsi. ”Ini adalah makanan yang membuat tubuh kita akan bahagia. Karena dibantu dengan bakteri baik untuk melawan berbagai bakteri jahat yang ada di dalam sistem pencernaan,” terangnya.

       Selain itu, minum rimpang-rimpangan (empon-empon) juga bermanfaat terhadap kesehatan. ”Sudah sejak zaman nenek moyang kita rimpang-rimpangan yang banyak ditemukan di negeri kita ini berkhasiat untuk kesehatan,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku semakin termotivasi untuk hidup sehat sebagaimana yang disampaikan oleh dr Zaidul. Mengonsumsi berbagai makanan sehat yang mudah diperoleh dan murah harganya patut untuk disosialisasikan lebih luas. ”Untuk sehat itu, ternyata mudah dan murah. Hanya dengan makan tempe yang dimasak dengan tepat dan membuat minuman dari fermentasi rempah-rempah. Tentu juga menghindari makanan fast food yang justru membahayakan itu,” jelas Anas.

       Dengan menerapkan pola hidup dan pola konsumsi yang sehat, maka akan berkurang pula orang yang sakit. Hal tersebut selaras dengan program Pemkab Banyuwangi yang mengampanyekan puskesmas sebagai mal orang sehat. ”Cara-cara yang disampaikan oleh dr Zaidul ini, penting untuk disebarkan secara luas. Para pemangku kebijakan harus mulai mengubah paradigmanya dari menyembuhkan orang sakit, menjadi menjaga orang agar tetap sehat,” kata dia.

Ketua TP PKK Banyuwangi Ny Dani Azwar Anas mengatakan kegiatan ini sangat meginspirasi dan memberikan wawasan kepada generasi milenial untuk mengonsumsi makanan aman, bermutu, dan bergizi sangat dibutuhkan. Upaya ini didukung kampanye keamanan pangan kepada masyarakat.

"Buat generasi milenial kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyiapkan dan mengonsumsi makanan yang aman, bermutu, dan bergizi," kata Dani

       Sementara itu, Plt Kepala Dispendik Suratno melalui Kabid Dikmas Nuriyatus Soleha mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyambut bulan Ramadan 1441 H. Di mana bulan Ramadan yang dijalankan pada tahun ini bersamaan dengan pandemi Covid-19.  Narasumber dr Zaidul Akbar mengajarkan kepada kita untuk menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari bahayanya virus korona. ”dr Zaidul Akbar membagikan informasi seputar penerapan gaya hidup sehat yang dicontohkan Rasulullah,” terang Nuriyatus.

       Nuriyatus menambahkan, kegiatan yang dilakukan via Zoom ini diikuti 500 peserta. Di mana 400 peserta berasal dari Banyuwangi dan 100 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, diantara peserta ada yang dari Malaysia dan Singapura. ”Peserta yang ikut berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, kepala rumah sakit, praktisi kesehatan dan pendidikan, serta dosen dan mahasiswa. Alhamdulillah acara ini lancar, mudah-mudahan berguna bagi kita untuk menjalankan ibadah puasa di tengah-tengah pandemi korona ini,” pungkasnya.(sgt/aif/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia