Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Lelang Lukisan Perupa Banyuwangi untuk Donasi

David Wijaya Kepincut Lukisan Barong, Rogoh Kocek Rp 30 Juta

19 April 2020, 23: 53: 17 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERBURU LUKISAN: Ketua Kadin Banyuwangi David Wijaya Tjoek melihat lukisan barong bali karya S Yadi K di Jalan Widuri, Glagah kemarin sore.

BERBURU LUKISAN: Ketua Kadin Banyuwangi David Wijaya Tjoek melihat lukisan barong bali karya S Yadi K di Jalan Widuri, Glagah kemarin sore. (SYAIFUDDIN/JAWAPOS.COM)

Share this          

Link Lukisan yang Dilelang

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona3

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona4

Perupa Banyuwangi terus  menggalang donasi untuk warga yang terdampak korona. Selain bagi-bagi masker, sembako, kaus, dan baju, mereka juga melelang sejumlah lukisan terbaiknya. Ikhtiar para pelukis yang tergabung dalam Forum Pelukis Banyuwangi (FPB) mendapat respons dari kolektor lukisan.

SULHAN HADI, BANYUWANGI

 David Wijaya Tjoek tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya, sore kemarin. Dia bisa memiliki lukisan karya S Yadi K yang cukup lama diburu. Kemarin (19/4), lukisan barong bali sudah jatuh di tangan Ketua Kadin Banyuwangi tersebut.

David memang tergolong pencinta lukisan. Puluhan lukisan karya perupa nasional menghiasi ruang kerja maupun ruang tamu rumahnya di Muncar. Bos PT Sumber Yala Samudera  tak henti-hentinya berburu lukisan karya mastero lukis papan atas. Dia rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk lukisan yang disukai.

Kemarin koleksi lukisannya bertambah. Dia membawa pulang lukisan karya S Yadi K. Lukisan barong bali ukuran 85 x 185 cm itu dibeli seharga Rp 30 juta. David membeli lukisan itu semata peduli korona. Membeli sembari donasi. ”Saya senang bisa memiliki lukisan barong bali karya Pak Yadi,’’ aku David ditemui di rumahnya S Yadi K di Jalan Widuri Banyuwangi, kemarin.

Sebenarnya masih banyak karya S Yadi K yang hendak diincar David. Sayangnya, lukisan tersebut tidak dijual dengan alasan menjadi koleksi pribadinya. Yadi mengaku senang karyanya dikagumi pengusaha David Wijaya.

Apalagi, niat menjual lukisan tersebut terkait dengan kepedulian pelukis dengan wabah korona. Nantinya, sebagian dari lelang lukisan itu didonasikan kepada warga terda,pak korona. ”Lukisan yang dilelang Pak David sebenarnya saya hargai Rp 45 juta. Berhubung untuk donasi korona, saya kasihkan Rp 30 juta,’’ kata Yadi.

Bukan hanya lukisan Yadi yang sold out. Lukisan karya Windu Pamor berjudul ”Tetap Indonesiaku” juga sudah laku. Lukisan bergambar Presiden Soekarno ukuran 70 cm x 90 cm bersertifikat itu diminati pejabat pemkab Banyuwangi seharga Rp 3,5 juta.

Selain lukisan S Yadi K dan Windu Pamor, masih banyak lukisan yang dilelang dalam donasi korona tersebut. Lukisan landscape ukuran 150 cm x 250 cm karya perupa nasional Katirin juga ikut dilelang. Katirin yang asli Banyuwangi itu tergolong pelukis berkelas nasional. Banyak lukisannya diburu kolektor nasional maupun luar negeri.

Sejumlah maestro lukis Banyuwangi ikut dalam kegiatan sosial ini. Mereka adalah Mozes Misdy, Muhamed Hararap, S. Yadi K., Awiki, Suminto, Windu, Sugiono, dan N. Kojin ikut ambil bagian. Pelukis asal Banyuwangi yang menetap di Bali, Huang Fong (Oei Ping Liang) tak mau ketinggalan.

Pelukis kelahiran Genteng itu melelang lukisan ”Tari Tamblingan”. Lukisan dengan cat air atas kertas ukuran dalam 48 cm x 38 cm itu biasanya dibanderol Rp 30 juta. ”Untuk donasi korona harganya biar teman-teman panitia donasi yang mengatur,” kata Huang Fong.

Pematung nasional asal Banyuwangi, Hartono, juga melelang karyanya. Patung ”Gandrung Kemakmuran” berbahan polyester resin dengan tinggi 220 cm dilelang Rp 150 juta.

Patung ”Kasih Ibu” dengan  bahan poliester resin dihargai Rp 25 juta.

Untuk donasi korona, seniman Banyuwangi yang tergabung dalam FPB melelang 30 lebih lukisan. Hasilnya akan didonasikan untuk warga terdampak korona. Yang patut kita apresiasi adalah keikutsertaan pelukis senior Huang Fong dan pematung Suhartono. ”Teman-teman seniman sepakat kalau karya lukisannya ada yang terjual, sebagian hasilnya akan disumbangkan. Dalam acara tersebut, masing-masing pelukis tidak mematok harga karya lukisanya terlalu tinggi,’’ kata Slamet Sugiono, koordinator lelang lukisan untuk donasi korona. (*)

(bw/aif/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia