Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI

Narasumber Ingatkan Peran Medsos, dan Kekuatan Lidah

Nongkibar8 Bareng Staf Ahli RI & Motivator

15 April 2020, 07: 22: 55 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

INOVATIF: Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha mengatakan, kelas motivasi via zoom ini bertujuan untuk menyalurkan energi generasi milenial kearah yang lebih positif dan produktif

INOVATIF: Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha mengatakan, kelas motivasi via zoom ini bertujuan untuk menyalurkan energi generasi milenial kearah yang lebih positif dan produktif

Share this          

Billy Mambrasar staf khusus milenial Presiden RI turut memberikan apresiasi terhadap inovasi program Nongkibar Online. Menurut Founder Kitongbisa ini, berpikir kritis merupakan kemampuan lunak (soft skill) yang harus dimiliki semua orang di era digital. Pasalnya, di era ini, sebagian besar masyarakat memiliki telepon pintar (smart phone) yang membawa banyak informasi ke hadapan pemiliknya. Dengan berbekal kemampuan berpiki kritis, seseorang diharapkan bisa terhindar dari ‘jebakan’ informasi palsu atau hoaks yang kerap kali menyerupai kebenaran. “Maka kepada generasi milenial anda harus punya sikap kritis namun harus diikuti sikap wujud nyata. Misalnya, pada kondisi covid-19 ini, para milenial bisa ikut serta dalam menanggulangi penyebaran virus korona dengan berbagai cara. Bisa membuat aplikasi yang kreatif,” kata pria jebolan universitas Oxford Inggris ini.

Hal senada dikatakan oleh Jamil Azzaini. Founder Akademi Trainer Inspirator Suksesmulia ini menjelaskan, perkataan merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Bila gaya komunikasi kita baik, maka hubungan baik akan mudah terjalin. Sebaliknya bila yang keluar dari lisan kita adalah kata-kata yang kasar, negatif, tidak sopan, menyinggung, maka sudah dapat di pastikan orang-orang akan menjauhi kita dan sukses pun akan sulit di raih.

Ada sebuah ungkapan “ Lidahmu berada di tempat yang basah, jangan biarkan ia terpeleset”. Lidah manusia memang dapat membangun dan memotivasi sehingga bisa membuat seseorang menjadi sukses dengan motivasi tersebut, tetapi apabila lidah tidak terkendali maka akan mejerumuskan pada kesukaran. “Mulai hari ini kita belajar selalu menebarkan kata-kata yang positif, menguatkan, membangun, dan menyehatkan orang lain sehingga hubungan kita dengan siapa saja akan jadi menyenangkan dan perkataan kita mampu membuat orang lain berprestasi,” ujar CEO Kunik Leadhership Group.

Sementara itu, Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha mengatakan, kelas motivasi via zoom ini bertujuan untuk menyalurkan energi generasi milenial kearah yang lebih positif dan produktif. Dengan kegiatan ini para milenial diajak selalu berpikir positif dan memiliki sikap optimistis. “Dua sikap itu sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.  Bukan pola pikir yang pesimistis atau yang saling menjatuhkan,” kata Nuriyatus.

Ditambahkan, jargon Dikmas menjangkau yang tak terjangkau, mengulik kaum milenial disebut rebahan dalam arti positif; responsif, realistis, bangkit dan handal, karena negara butuh anak muda. Anak muda masih punya banyak energi dan kemampuan untuk belajar. Mereka tidak akan ragu untuk mencoba, mengambil risiko, gagal dan mencoba lagi sampai berhasil.  “Kita percaya bahwa memang negeri ini butuh dikelola dan diperjuangkan oleh anak-anak muda, yang masih punya banyak energi, nggak takut gagal dan terus berani mencoba. Dan ini juga merupakan salah satu sifat anak muda, selalu mau mencoba hal yang baru,” kata Nuriyatus. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia