Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Berobat dengan Kartu JKN-KIS jadi Jadi Lebih Ringan

06 April 2020, 17: 09: 16 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GRATIS BEROBAT: Mempunyai kartu JKN-KIS, Ira Dia Astutik, merasa lebih tenang.

GRATIS BEROBAT: Mempunyai kartu JKN-KIS, Ira Dia Astutik, merasa lebih tenang. (BPJS KES BANYUWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

Banyuwangi, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Gangguan fungsi ginjal adalah salah satu permasalahan utama kesehatan masyarakat Indonesia. Siapa sangka seseorang yang dapat berjalan tegak dan dapat beraktivitas layaknya orang sehat ternyata salah satu dari pasien gagal ginjal. Memang benar Kesehatan itu murah, namun menjadi mahal ketika sakit. Ira Dia Astutik seorang pekerja dinas Pekerja Umum Pengairan Banyuwangi menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan kartu JKN-KIS tersebut.

“Awal mendaftar sebagai peserta JKN-KIS itu sejak tahun 2014. Kemudian tahun 2015-an suami saya divonis untuk cuci darah. Nah, beruntung banget saya sudah memiliki kartu KIS pada saat itu sejak awal. Jadi, benar-benar terbantu sekali,” ungkapnya.

Berawal dari Pola hidup yang tidak sehat dan hipertensi yang tidak terkontrol, timbulah permasalahan fases yang keluar berwarna coklat membuat suami Ira divonis menderita gagal ginjal kronik.

“Saya kira dulu suami saya hanya hipertensi. Ditambah suami saya juga tidak teratur meminum obatnya. Setiap minggu kalau kontrol, HB suami saya semakin turun,” cerita Ira

Selama perawatan suaminya, Ira memanfaatkan kartu JKN-KIS tersebut. Ira mendaftarkan keluarganya secara mandiri. Hal ini ia lakukan sebagai antisipasi dan pada saat itu, tempat dia bekerja juga belum memberikan jaminan kesehatan.

“Jadi, kemarin ada sosialisasi dari BPJS Kesehatan tentang kepesertaan untuk tenaga harian gitu. Alhamdulillah dengan program itu juga membantu mbak. Tapi, untuk suami saya biarkan untuk menjadi kepesertaan Mandiri. Saya dan ketiga anak saya ikut JKN-KIS yang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri”, jelasnya.

Selama menjadi peserta JKN-KIS Ira tidak pernah mendapatkan kendala yang besar. Dirinya dengan teguh mengatakan bahwa tidak ingin memindahkan kepesertaan suaminya masuk kedalam Pekerja Bukan Penerima Upah. Kilas balik pengalaman yang pernah terjadi, Ira pernah terkendala perawatan karena telat membayar iuran.

“Pengalaman saya dalam menggunakan KIS ini Alhamdulillah tidak pernah mendapatkan kendala yang besar selama ini, mulai dari suami saya yang sering memanfaatkan untuk cuci darah maupun ketika saya proses melahirkan secara Caesar pun lancar saja,”ungkapnya

Diakhir percakapan Ira bersama Tim Jamkesnews. Ira berpesan untuk masyarakat diluar sana, untuk tidak ragu untuk memanfaatkan Kartu JKN-KIS. Baginya yang merasakan sendiri pelayanan di Rumah Sakit bagi pasien umum maupun peserta JKN-KIS, sama sekali tidak ada perbedaan maupun diskriminasi kepada pasien.

“Mungkin diluar sana masih banyak yang berpikiran bahwa untuk apa sih daftar BPJS, toh masih sehat-sehat aja. Padahal, Sehat dan tidak nya kan tergantung oleh setiap orang masing-masing. Hanya saran saya adalah untuk mengantisipasi. Termasuk saya dulu saat baru pertama daftar tersebut ya untuk antisipasi. Misal tidak digunakan pun kita tetap bersyukur kan dan pahala juga untuk kita dalam membantu sesama. Jadi, menurut saya lebih baik untuk punya agar tidak menyesal dikemudian hari,” tutup Ira. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia