Jumat, 10 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Takut Korona, PRSI Batal Ikut Kejurda

18 Maret 2020, 07: 30: 25 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

GAGAL IKUT: salah satu satu atlet renang menajalnmi latihan di kolam renang GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu

GAGAL IKUT: salah satu satu atlet renang menajalnmi latihan di kolam renang GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu (Ramada kusuma / Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Dunia olahraga tampaknya tak luput dari antisipasi penyebaran virus ko rona. Kemarin (16/3), pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Banyuwangi, memastikan akan menunda beberapa kegiatan cabang olahraganya. Termasuk keikutsertaan di kej uaraan daerah renang yang 

akan digelar di Surabaya pad 26 Maret nanti. Tak hanya itu, latihan bersama maupun kejuaraan kabupaten renang Banyuwangi yang diagendakan digelar rutin tiga bulan sekali, juga masih belum bisa dipastikan kapan akan mulai diselenggarakan Padahal, Kejurkab sendiri sebenarnya sudah disiapkan, terut ama untuk bisa menopang pres tasi siswa sekolah yang 

memb utuhkan piagam prestasi untuk kepentingan sekolah. ”Di Kejurda sebenarnya kita sudah menyiapkan 10 atlet untuk turun, tapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan, sementara kita tidak berpartisipasi,” kata Ketua PRSI Banyuwangi Aditya Ruli Delianto. Tak hanya kejuaraan, Adit juga mengatakan untuk sementara aktivitas-aktivitas latihan juga 

dihentikan sementara. Sesuai imbauan dari presiden untuk mengurangi aktivitas berkumpul di luar rumah. PRSI sendiri saat ini memiliki tujuh klub dengan total 230 atlet yang terus rutin berlatih. ”Kita liburkan dulu sampai nanti kondisi sudah dinya takan aman. Yang terpenting atlet bisa menjaga kondisi tubuhnya,” tegasnya, Sementara itu, Ketua KONI 

Ban yuwangi Mukayin juga memberi imbauan kepada cabor agar menyesuaikan diri dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Terutama terkait menghindari aktivitas berkumpul dal am jumlah besar. ”Kami moh on dengan hormat untuk keg iatan yang diikuti dan dilaksanakan cabor bisa menyesuaikan instruksi dan kebijakan pemerintah,” tandasnya.

(bw/fre/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia