Jumat, 10 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Didi Kempot Hipnotis Santri Darussalam

17 Maret 2020, 19: 47: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

VIRUS AMBYAR: Didi Kempot mengajak Gus Munib (tengah) dan Gus Rozi (kiri) ikut menyanyi dalam konser ambyar di lapangan Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu malam (15/3)

VIRUS AMBYAR: Didi Kempot mengajak Gus Munib (tengah) dan Gus Rozi (kiri) ikut menyanyi dalam konser ambyar di lapangan Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu malam (15/3) (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

Share this          

TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Di tengah merebaknya virus Korona, ternyata tidak mempengaruhi konser ambyar yang digelar di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu malam (15/3).

Ribuan santri larut dalam tembang-tembang yang dibawakan The Godfather of Broken Heart. Konser yang digelar untuk haul almarhum KH Mukhtar Syafaat Abdul Gofur ke-30, almarhumah Nyai Hj Siti Maryam ke-38, dan almarhumah Nyai Hj Siti Musyarofah ke-21 itu, Didi Kempot sukses menghipnotis ribuan sobat ambyar yang memadati lapangan. Selain Didi Kempot, juga menyuguhkan penampilan Braincoustic, DK Voice, Penabuh gendang Dory Harsa, dan biolis Sandy Ria Ervina.

Konser ambyar yang dimulai sekitar pukul 20.30 itu, dibuka oleh DK Voice dengan membawakan lagu Kartoyono Medot Janji. Selanjutnya, Didi Kempot tampil dengan membawakan lagu pertamanya Cidro, dan ini sukses membuat para penonton yang didominasi santri itu ambyar. “Kita nyanyi bareng-bareng ya,” ajak The Godfather of Broken Heart.

PAMER BOJO: Didi Kempot mengajak penonton untuk menyanyi dalam konser ambyar di lapangan Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu malam (15/3)

PAMER BOJO: Didi Kempot mengajak penonton untuk menyanyi dalam konser ambyar di lapangan Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu malam (15/3)

Para penonton yang sudah larut dalam suasana ambyar, kembali disuguhi lagu kedua Sewu Kuto, dan dilanjutkan Banyu Langit yang membuat hati para penonton semakin tercabik-cabik. “Saya senang para santri di Pondok Pesantren Darussalam ini masih menjunjung tinggi adat jawa dan sopan santun,” kata Didi Kempot disambut tepuk tangan para santri.

Dalam konser yang berlangsung hingga pukul 23.00 itu, ada Sembilan lagu yang dibawakan Didi Kempot. Lagu-lagu lain yang dibawakan Suket Teki, Layang Kangen, Pamer Bojo, dan Stasiun Balapan. Suasana panggung semakin panas dengan penampilan pemain biola Sandy Ria Ervina yang apik.  “Saya heran, para santri milenial itu juga paham dan hafal lagu yang saya nyanyikan,” katanya.

Teriakan para santriwati semakin heboh saat penabuh gendang berparas tampan Dory Harsa, oleh Dedi kempot diminta untuk menyanyi. Dengan membawakan lagu Kangene Keri, membuat santriwati seakan terhipnotis.

Ribuan santri putri yang mulanya duduk manis, langsung berdiri sambil teriak riuh saat Rektor IAIDA Blokagung KH Ahmad Munib Syafaat yang terjangkit virus ambyar naik ke pentas dan ikut berjoget bersama Didi Kempot dengan membawakan lagu Perawan Kalimantan. “Santri itu selama ini hanya mengaji, malam ini ada hiburan, tapi setelah ini mengaji lagi, ya,” cetus salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH Abdul Kholiq Syafaat saat memberikan sambutan.

Panitia konser ambyar Zidni Ilman Nafia menyebut konser ini sengaja digelar untuk menghibur para santri dan warga sekitar. Ia sengaja membuat perayaan haul setiap tahunnya berbeda dengan mendatangkan berbagai seniman musik mulai dari D’Masiv Band, Letto Band, Iwan Fals, dan kali ini Didi Kempot. “Ini tontonan rakyat, dan tidak hanya para santri saja yang menikmati konser haul tersebut,” cetusnya.(*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia