Rabu, 08 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi
Antisipasi Merebaknya Virus Korona

Masuk Bank, Wajib Cek Suhu Tubuh

14 Maret 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

CEGAH KORONA: Petugas security Bank Mandiri memeriksa suhu badan nasabah menggunakan thermometer IR, kemarin. Pemeriksaan untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran Covid-19.

CEGAH KORONA: Petugas security Bank Mandiri memeriksa suhu badan nasabah menggunakan thermometer IR, kemarin. Pemeriksaan untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran Covid-19. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

 BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Jumlah pasien positif korona di Indonesia mencapai 34 orang per Rabu kemarin (11/3). Angka tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya 27 orang. Satu pasien dengan kode kasus 25 dinyatakan meninggal dunia. Pasien tersebut merupakan warga negara asing (WNA) yang dirawat di RSUP Sanglah, Bali.

       Banyuwangi yang dekat dengan Bali berpotensi tertular Covid-19. Karena itu, untuk mengantisipasi merebaknya virus korona, pintu masuk ke Bali diperketat. Penumpang kapal dicek suhu tubuhnya dan diberi hand sanitizer. Mereka juga disarankan mengenakan masker.     

Antisipasi penyebaran virus korona bukan hanya dilakukan di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Sejumlah sekolah dan perbankan melakukan langkah pencegahan. Salah satunya di Bank Mandiri Cabang Banyuwangi. Nasabah yang masuk ke bank langsung dihampiri oleh sekuriti.

CEGAH KORONA: Petugas security Bank Mandiri memeriksa suhu badan nasabah menggunakan thermometer IR, kemarin. Pemeriksaan untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran Covid-19.

CEGAH KORONA: Petugas security Bank Mandiri memeriksa suhu badan nasabah menggunakan thermometer IR, kemarin. Pemeriksaan untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran Covid-19. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

       Mereka langsung diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan thermal gun. Kemudian nasabah diminta untuk menggunakan hand sanitizer sebelum kemudian melakukan aktivitas di dalam bank.

       Erik, 27, salah seorang nasabah mengatakan, upaya tersebut cukup membantu membatasi penyebaran virus korona. Apalagi saat ini penyebaran virus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok ini cukup masif. ”Ini upaya yang cukup bagus. Apalagi saat ini sudah banyak berita tentang kasus virus korona. Setidaknya membuat kita lebih tenang,” kata Erik.

       Kepala Cabang Mandiri Banyuwangi Herman Toni menjelaskan, upaya antisipasi penyebaran virus korona merupakan instruksi dari pusat. Pemeriksaan suhu badan bagi nasabah sudah dimulai awal bulan Maret. Selain pemeriksaan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer, nasabah juga disedikan tisu dan tempat sampah khusus.

       Dalam pemeriksaan suhu, setiap pengunjung diberi batas maksimal 37,5 derajat Celsius. Jika ditemukan suhu melebihi batas maksimal, nasabah akan diminta mengisi identitas diri. ”Kalau ada temuan suhu di atas ambang batas, nasabah kita minta untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.

       Selain di bank, langkah pencegahan juga terlihat di SD Katolik Santa Maria Banyuwangi. Sebelum memasuki kelas, seluruh siswa yang biasanya melakukan jabat tangan dengan gurunya, cukup menundukkan kepala seraya meletakkan tangan kanannya di dada. Siswa juga diminta sering mencuci tangan seusai melakukan kegiatan.

       ”Ini upaya untuk mencegah penularan virus korona. Jadi yang dilakukan anak-anak mengubah salaman dengan tangan di dada kiri, supaya nyaman,” ungkap Kepala SDK Santa Maria Lusia Fransisca Yatinah. (fre/aif/c1)

(bw/fre/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia