Jumat, 10 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi
Sehari di Banyuwangi, Sekarang di Jember

Pulang dari Italia, YA Jalani Karantina Sendiri

12 Maret 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

NEGATIF KORONA: YA usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dia dinyatakan negatif dari virus korona

NEGATIF KORONA: YA usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dia dinyatakan negatif dari virus korona (YA FOR RABA)

Share this          

 BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kewaspadaan terhadap virus korona terus ditingkatkan. Negara-negara besar seperti Italia menyatakan darurat korona. Namun, salah seorang warga Banyuwangi yang baru pulang dari Italia, justru lolos dari ketatnya pemeriksaan korona (Covid-19).

       Kedatangan warga berinisial YA, 39, belum tersentuh pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi. Padahal YA baru kembali dari Italia pada Selasa (9/4). YA berada di wilayah Kota Banyuwangi selama sehari. Saat ini yang bersangkutan sudah meninggalkan Banyuwangi.

       Jawa Pos Radar Banyuwangi sempat mewawancarai YA melalui sambungan telepon seluler. Dia menceritakan, jika dirinya meninggalkan Italia pada hari Minggu (7/3) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (8/3). ”Saya tiba di Banyuwangi pada Selasa pagi (9/4),” kata YA.

       Rencana kepulangannya ke Banyuwangi sudah disiapkan jauh-jauh hari. Awalnya YA berencana pulang pada 22 Maret. Berhubung penerbangan yang dijadwalkan tidak beroperasi oleh maskapai dari Saudi Arabia, dia pun menjadwalkan ulang pada tanggal 7 Maret. Ketika akan berangkat ada pengumuman dari pemerintah jika semua kota sudah di-lockdown.   Namun, bagi WNI masih diperbolehkan pulang asalkan memiliki kartu kesehatan dari instansi setempat. Karena waktu sudah mepet, YA tidak bisa mengurus kartu tersebut. Begitu tiba di Jakarta dia diminta mengisi identitas di kartu kuning. Termasuk dibawa ke ruangan khusus untuk diwawancarai terkait riwayat perjalanannya dalam sepuluh hari terakhir dan diperiksa oleh dokter di airport.

       Setelah itu YA mencari penerbangan dari Jakarta ke Banyuwangi dengan membawa surat tes kesehatan dan kartu kuning. YA juga diperingatkan jika mendadak flu, dia harus melaporkan diri ke rumah sakit terdekat. Namun, tidak ada imbauan untuk periksa ke rumah sakit, hanya diminta melakukan karantina sendiri selama 14 hari di rumah. ”Saya baru dapat telepon dari petugas Dinas Kesehatan Banyuwangi tadi (kemarin). Saya disuruh cek kesehatan. Alhamdulillah sehat, tidak flu. Daerah saya di Kota Katolika, Provinsi Rimini masih aman. Di Rimini memang sudah ada kasus, tapi kota saya tidak,” jelasnya.

       Ketika tiba di Banyuwangi, YA mengaku tidak mendapatkan proses pemeriksaan lagi. Dia bisa masuk layaknya penumpang domestik biasa. ”Rencananya dua minggu ini saya di Jember ke rumah adik. Di Banyuwangi tidak ada siapa-siapa. Saya akan mengkarantina diri di sini. Suami dan anak saya masih di Italia. WNA tidak boleh masuk,” tegasnya

       Dinas Kesehatan Banyuwangi mengaku baru mendapat informasi sehari setelah yang bersangkutan mendarat di Banyuwangi. Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Banyuwangi Hadi Sutoyo mengaku baru mengetahui informasi tersebut pada Rabu siang (11/3).

Pihaknya pun sempat mencari keberadaan YA. Sayangnya, YA sudah pergi ke Jember ke tempat salah seorang kerabatnya. Saat dihubungi, YA mengatakan akan mengisolasi diri sendiri di Jember dan baru kembali lagi ke Banyuwangi setelah 14 hari. ”Ya kita baru tahu tadi siang, sempat saya cari tapi sudah ke Jember. Nanti kita hubungi Dinkes Jember. Kita juga tidak tahu selama di Banyuwangi dia ke mana saja,” tandasnya.

       Kawilker Tanjung Wangi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Probolinggo dr Nungki Najfaris Alami menjelaskan, semua penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam pemeriksaan itu, pihaknya tidak membedakan penumpang dari luar negeri maupun domestik. ”Kami perlakukan sama, yaitu pemeriksaan suhu badan dengan thermal scanner,” jelasnya.

       Hal ini berbeda dengan perlakuan petugas KKP di bandara yang memiliki penerbangan langsung dari luar negeri. Mereka akan mendapat perlakuan khusus oleh petugas. Terutama jika negara tersebut merupakan negara terjangkit korona. ”Kalau di bandara yang penerbangan langsung, memang ada hal-hal khusus,” pungkasnya. (fre/sli/aif/c1)

(bw/fre/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia