Jumat, 10 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI

Ratusan Ibu Hamil Dibekali Ilmu Pranatal

11 Maret 2020, 07: 41: 40 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TIK TOK BERSAMA: Ny Dani Azwar bersamapeserta workshop pranatal di HallBlambangan El Royale Hotel pada Selasa (10/3).

TIK TOK BERSAMA: Ny Dani Azwar bersamapeserta workshop pranatal di HallBlambangan El Royale Hotel pada Selasa (10/3).

Share this          

BANYUWANGI—Pemkab Banyuwangi serius dalam melakukan investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Investasi yang tidak bisa ditunda-tunda lagi karena pembangungan SDM memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, sejak mulai dari kandungan bayi, sampai anak-anak memasuki masa emas harus betul-betul diperhatikan jangan sampai ada angka kenaikan stunting.

Nah, untuk dalam upaya pembangunan SDM Banyuwangi ini, Pemkab Banyuwangi menggelar workshop pranatal di Hall Blambangan El Royale Hotel pada Selasa (10/3). Pesertanya mencapai 300 orang yang berasal dari perwakilan per-kecamatan. Workshop ini langsung dibuka oleh Ketua Tim Pembina PKK Banyuwangi Ny Dani Azwar Anas, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha. Ada tiga narasumber yang dihadirkan praktisi kesehatan dr. Selamet Widodo, Sp.OG, anggota DPRD Neni Viantin Diyah Martiva, serta tokoh agama KH Abdul Ghofar.

Ny Dani Azwar Anas mengatakan, untuk mencegah stunting maka ibu yang sedang mengandung bayi harus memperhatikan kondisi bayi sejak dari kandungan hingga memasuki masa emas. Bahwa untuk mewujudkan program pembangunan SDM yang memiliki daya saing harus didahului dengan memperhatikan asupan gizi yang diterima anak-anak Banyuwangi, mulai dari sejak dalam kandungan, hingga memasuki masa-masa emas yakni 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal tersebut ditekankan agar dapat menekan angka stunting pada balita. Stunting digambarkan sebagai status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. “Saya berharap tidak ada lagi stunting di Banyuwangi, oleh sebab itu workshop ini digelar agar ibu-ibu dan bayi dalam kandungan semakin sehat. Tidak hanya itu, saya berharap ibu-ibu dapat mentransfer ilmu ini kepada yang lain agar Banyuwangi bebas stunting,” kata Ny Dani kemarin.

Ny Dani Azwar Anas

Ny Dani Azwar Anas

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan, workshop pranatal ini adalah program Dinas Pendidikan Banyuwangi yang rutin digelar setiap tahunnya. Tujuan workshop ini adalah untuk membangun SDM yang unggul dan produktif yang dapat dimulai dengan menciptakan generasi muda yang sehat. Tentunya, harus diawali dengan pemenuhan nutrisi bayi sejak dalam kandungan, hingga memasuki masa emas.  Sesuai arahan Bupati Abdullah Azwar Anas, kebijakan pembangunan SDM harus komprehensif, mulai menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah, penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian bayi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga membangun infrastruktur dasar untuk kesehatan dan produktivitas. “Pembangunan SDM harus dimulai dari hulu, bahkan sebelum lahir dan sejak berada dalam kandungan. Ketika anak lahir, usia 24 bulan pertama sangat menentukan dalam pembentukan jaringan otak; tidak banyak yang bisa dilakukan sebagai remedy bagi kekurangan yang terjadi dalam 24 bulan pertama usia anak. Oleh sebab itu, masa pertumbuhan sejak usia nol tahun perlu mendapatkan perhatian serius, baik layanan kesehatannya maupun layanan pendidikannya,” terang Suratno.

Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha menambahkan, ibu tak hanya berperan melakukan pola asuh yang tepat pada anak, tapi juga perlu mengupayakan kesehatan keluarga. Makanan bergizi tak harus berharga mahal. Untuk protein misalnya, bisa memilih ikan dengan harga terjangkau dengan kandungan protein yang tinggi. “Kita bisa memilih (makanan) yang murah tapi mengandung protein seperti ikan. “Ibu harus mengerti bagaimana menjaga kesehatan anak kemudian menjaga diri sendiri dan menjaga kesehatan keluarga. Oleh sebab itu workshop pranatal ini digelar,” ujar Nuriyatus.

Hal senada dikatakan oleh praktisi kesehatan dr. Selamet Widodo, Sp.OG. Dokter ahli kandungan RSI Fatimah ini mengatakan, ibu yang sedang mengandung harus memiliki lima kebutuhan dasar lima asupan gizi. Seperti mengandung azam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, dan vitamin E.  “Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan asam folat untuk menghindari bayi lahir dalam keadaan cacat. Makanan kaya asam folat ini mudah didapatkan di sekitar kita antara lain sayur-sayuran berwarna hijau, seperti bayam, brokoli, dan selada. Kacang-kacangan, seperti kacang polong. Buah-buahan, misalnya melon, pisang, dan lemon. Serta makanan yang diperkaya folat, seperti roti, sereal, dan jus,” kata dokter Selamet.

Anggota DPRD Neni Viantin Diyah Martiva menjelaskan, DPRD akan menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Balita (KIBBLA). Perda KIBBLA ini akan menjelaskan bagaimana memberikan asupan gizi kepada anaknya guna mewujudkan kualitas kesehatan ibu, bayi baru lahir dan bayi serta anak balita dalam upaya menciptakan generasi yang unggul di masa yang akan datang.

“Dalam Perda ini juga akan diatur apa yang menjadi hak setiap ibu di Banyuwangi. Seperti mengatur sejumlah hak yang bisa diterima oleh setiap ibu hamil, diantaranya, mendapatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan, mendapatkan persalinan dari tenaga kesehatan yang terlatih dan bersih, mendapat pelayanan kesehatan masa nifas, penanganan kesulitan persalinan, mendapatkan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi ibu, menolak pelayanan kesehatan yang diberikan kepadanya dan anaknya oleh tenaga dan sarana yang tidak memiliki sertifikasi,” kata Neni kemarin.

Sementara itu tokoh agama KH Abdul Ghofar menambahkan, calon ibu yang sedang mengandung di anjurkan untuk berperilaku baik sekaligus memperbanyak membaca Al-Qur'an. Selain memberikan asupan gizi yang cukup, hal yang terpenting  adalah jangan memberikan makanan yang haram kepada kandungannya. “Makanan yang haram  dapat mempengaruhi perkembangan yang buruk bagi bayi yang ada didalam kandungan,” kata ustad Ghofar. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia