Jumat, 10 Apr 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

219 Rumah Terdampak Luapan Kalilo

11 Maret 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

JEMUR KASUR: Warga yang tinggal di Lingkunga Krajan Surodilagan,  Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi  menjemur barang-barangnya yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai satu meter. Sedikitnya 50 rumah warga yang terdampak banjir.

JEMUR KASUR: Warga yang tinggal di Lingkunga Krajan Surodilagan,  Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi  menjemur barang-barangnya yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai satu meter. Sedikitnya 50 rumah warga yang terdampak banjir. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Banjir yang melanda lima kelurahan di Banyuwangi Senin kemarin (9/3), menyisakan duka mendalam bagi warga. Sedikitnya, 219 rumah terendam genangan air. Air baru surut pada malam hari.

       Pusat Pengendalian Operasi Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) menyebutkan, genangan air terjadi di sejumlah kelurahan, yakni Tukangkayu, Kepatihan, Kertosari, Karangrejo, dan Sobo. Namun, wilayah yang terdampak banjir terparah terjadi di tiga kelurahan, yakni Tukangkayu, Kepatihan, dan Sobo.

       Di Lingkungan Krajan Utara, RT 01 dan RT 02, RW 04, Kelurahan Tukangkayu, rumah yang terdampak banjir sebanyak 60 unit dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Air berangsur-angsur surut pada pukul 18.00. ”Tidak ada korban jiwa,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram.

       Tidak hanya di Tukangkayu, genangan air yang paling parah terjadi di Kelurahan Kepatihan. Air menggenangi rumah warga di Lingkungan Ujung Surodilagan dan Lingkungan Krajan.

Di Lingkungan Ujung, ketinggian air mencapai satu meter dan rumah yang terdampak genangan air mencapai 50 rumah. ”Setelah hujan reda, air berangsur-angsur surut,” kata Eka.

       Sementara di Lingkungan Krajan, RT 02, RW 02, ada 25 rumah warga yang terdampak genangan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Di Lingkungan Surodilagan RT 05, RW 3, air menggenangi musala dan 13 rumah warga dengan ketinggian 70 sentimeter. Total ada dua fasilitas umum berupa musala yang tergenang air dan menyisakan lumpur

       Lokasi lain yang terdampak genangan air  berada di Lingkungan Wonosari, RT 01 dan RT 02, RW 01, Kelurahan Sobo. Jumlah rumah yang terdampak cukup banyak, yakni mencapai 71 unit dengan ketinggian air 60 sentimeter. ”Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material saja,” ujar Eka.

       BPBD bersama dengan relawan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan kedaruratan seperti melakukan penyedotan air dan membantu warga membersihkan sisa genangan air. ”Kami  sudah mengimbau kepada warga terdampak melalui ketua RT untuk mematikan aliran listrik. Seruan ini untuk menghindari timbulnya korban jiwa akibat sengatan aliran listrik,” jelasnya.

       Seperti diberitakan sebelumnya, luapan sungai Kalilo merendam ratusan rumah di lima Kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. BPBD mencatat ada sekitar 110 rumah warga yang terdampak banjir. Rinciannya, 60 rumah di Kepatihan, sedangkan 50 rumah lainnya di Tukangkayu.

Selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi, banjir juga disebabkan aliran Sungai Kalilo yang bermuara di perairan Selat Bali mengalami pendangkalan. Hujan selama empat jam itu benar-benar merepotkan warga. Jalanan kota mirip sungai. Kemacetan terjadi di mana-mana. Banyak kendaraan terjebak kemacetan panjang.

(bw/ddy/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia