Selasa, 25 Feb 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah

PGRI Jatim: Porsi Dana BOS 50% Untuk Guru Honorer Dinilai Pantas

13 Februari 2020, 07: 47: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

H Teguh Sumarno

H Teguh Sumarno

Share this          

Jawa Pos Radar Banyuwangi –Mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2020 yang mengalami perubahan ditanggapi oleh PGRI Jatim. Menurut Ketua PGRI Jatim H Teguh Sumarno, pihaknya terus mendukung kebijakan pemerintah terkait dana BOS. Menurutnya, sudah saatnya dana BOS dinaikkan dan disalurkan dengan sistem yang tepat.

Penyederhanaan ini, kata Teguh, tansfer dana BOS secara langsung ke sekolah merupakan sisi positif dari kebijakan ini yang akan mengantisipasi penyimpangan. “Selama ini terdapat beberapa oknum yang menyalahgunakan dana BOS untuk kepentingan lain,” ujar Teguh.

Selain itu pencairan dana 70 persen pada semester pertama juga sangat memudahkan sekolah, karena saat ini pencairan dana menjadi masalah utama. Selama ini, sebagian kepala sekolah dan guru harus mengorbankan dana pribadi untuk mendukung dana operasional sekolah karena dana BOS belum cair.

Tidak hanya mengenai skema penyaluran dan pencairan dana, Teguh juga mengapresiasi adanya penambahan jumlah dana BOS sebesar Rp 100.000 per siswa. Menurutnya, penambahan dana ini sangat berarti untuk pengembangan sekolah dan pendidikan nasional.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan menjelaskan mengenai peruntukan atau persentase terbaru pembagian untuk tenaga honorer dari dana BOS mencapai 50 persen, sedangkan peruntukan lama hanya 15 persen. "Rata-rata sekolah mengeluh peruntukan hanya 15 persen untuk guru. Sehingga banyak guru yang merangkap-rangkap mengajar pelajaran," tuturnya.

Hal tersebut terjadi karena dana BOS untuk guru honorer terbatas sedangkan siswa banyak, sehingga guru yang ada harus mengajar dengan jumlah jam yang lebih banyak. Sehingga keadaan tersebut otomatis mengurangi kualitas pendidikan.

 "Dana BOS tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolah. Bicara secara umum, dana operasional sekolah ini untuk membiayai operasional atau keberlangsungan sekolah. Makanya peruntukan tersebut akan menunjang kualitas pendidikan sekolah," pungkas pria yang hobi bermain tennis ini. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia