Selasa, 25 Feb 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah

PGRI Jatim Imbau Guru Pasang Alarm Perundungan

13 Februari 2020, 07: 42: 06 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

H Teguh Sumarno

H Teguh Sumarno

Share this          

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim mendukung pemerintah agar sekolah menjadi tempat ramah bagi siswa-siswa di sekolah. ”Kami sangat prihatin terhadap berbagai hal yang terkait dengan model bullying dan lain sebagainya. Kami akan mendukung upaya menjadikan sekolah ramah anak,” ujar Ketua PGRI Jatim H Teguh Sumarno saat menghadiri deklarasi dan dialog Stop Anti Perundungan yang bertempat di Sekolah Dolan Perum Joyogreen, Malang.

Pernyataan Ketua PGRI Jatim periode 2019–2024 itu tak lain untuk menyikapi kejadian kekerasan yang menimpa Ariel, siswa SMPN 16 Kota Malang yang jadi korban bullying hingga sampai jarinya sampai diamputasi. ”Akhir-akhir ini di dunia pendidikan, yang membuat prihatin terjadi di sekolah, membuat kalangan pendidik juga pemerhati anak merasa miris,” kata Teguh.

Teguh menegaskan, tidak boleh ada perundungan di sekolah dalam bentuk apa pun. Karena itu, PGRI akan terus gencar melakukan sosialisasi agar sekolah mampu menciptakan pendidikan sekolah ramah anak. ”Apa pun yang namanya perundungan atas nama fisik nggak boleh ada. Kami PGRI akan terus bersama teman-teman terkait untuk melakukan sosialisasi, melakukan pendidikan, agar sekolah ramah anak itu dijamin. Mari kita bersama-sama peduli dengan membunyikan ”alarm” anti- bully agar memungkinkan para guru untuk bereaksi cepat kapan pun ada kasus-kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Teguh. (*/bay/c1)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia