Selasa, 25 Feb 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng
Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi

Pelatihan PBK Tahap I Resmi Dibuka

23 Januari 2020, 10: 57: 36 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SIMBOLIS: Kepala BLK Banyuwangi Rusman menyerahkan tas pada peserta disaksikan kepala Disnakertrans Syaiful Alam Sudrajad (kiri) dalam pembukaan PBK tahap 1, kemarin (22/1).

SIMBOLIS: Kepala BLK Banyuwangi Rusman menyerahkan tas pada peserta disaksikan kepala Disnakertrans Syaiful Alam Sudrajad (kiri) dalam pembukaan PBK tahap 1, kemarin (22/1). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

Share this          

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng-Pelatihan berbasis kompetensi (PBK) tahap I di Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi, Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI tahap 1 tahun 2020 resmi dibuka, kemarin (22/1).

Untuk tahap 1 ini, ada 96 peserta yang mengikuti pelatihan pada enam kejuruan yang ada. Pembukaan PBK tahap I itu, dibuka oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyuwangi, Syaiful Alam Sudrajad, dengan didampingi Kepala BLK Banyuwangi, Rusman.

Kepala BLK Banyuwangi, Rusman mengatakan, dalam rangka meningkatkan kompetisi dan daya saing calon tenaga kerja, dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang memadai bagi calon tenaga kerja. Untuk mendukung itu, maka perlu menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi di BLK Banyuwangi. “Dasar pelaksanaan ini undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” katanya.

KOMPAK: Kepala Disnakertrans Syaful Alam Sudrajat, Kepala BLK Rusman, Camat Muncar Danisworo, Kapolsek Kompol Zainuri, Danramil  Kapten (inf) Agung Sik Bianto bersama peserta pelatihan di BLK Banyuwan

KOMPAK: Kepala Disnakertrans Syaful Alam Sudrajat, Kepala BLK Rusman, Camat Muncar Danisworo, Kapolsek Kompol Zainuri, Danramil Kapten (inf) Agung Sik Bianto bersama peserta pelatihan di BLK Banyuwan

Tujuan pelaksanaan ini, jelas dia, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada calon pencari kerja. Selain itu, juga membekali pengetahuan kewirausahaan. “Tujuan utamanya membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Dalam tahap I ini, terang dia, diikuti 96 peserta yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Para peserta itu mengikuti pelatihan di enam kejuruan yang ada ada, yakni teknologi informasi dan komunikasi (TIK), garmen dan apparel, teknik otomotif, pembuatan roti dan kue, pengolahan buah, dan front office. “Setiap kejuruan pesertanya 16 orang,” cetusnya.

Kepala Disnakertran Syaiful Alam Sudrajad menjelaskan pelatihan ini untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Kabupaten Banyuwangi. Sehingga, bisa dan mampu berdaya saing dengan kabupaten lainnya. Makanya, pelatihan di BLK Banyuwangi ini peserta mengutamakan warga Banyuwangi. “Seluruh kabupaten saat ini bersaing, dengan adanya BLK Banyuwangi ini bisa membantu peningkatan SDM yang mampu berdaya saing,” katanya.

Perkembangan Kabupaten Banyuwangi saat ini terus meningkat, terutama di sektor ekonomi dan pariwisata. Sekarang banyak hotel berbintang lima dan akan dibangun jalan tol Probolinggo-Banyuwangi. “Potensi Banyuwangi sangat besar, jadi harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Peserta yang mengikuti pelatihan harus bisa mengembangkan,” harapnya.

Kasi Penyelenggaraan dan pemberdayaan BLK Banyuwangi, Sri Yanto menjelaskan pada tahun anggaran 2020 BLK Banyuwangi menyelenggarakan PBK. Pelatihan itu diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Banyuwangi dengan gratis. “Peserta mendapatkan makan siang, baju, kaus praktik, modul, bahan praktik, dan diasuransikan,” katanya. (*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia