Selasa, 25 Feb 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sambangi Oling River Food, Dokter Agung Beri Pelatihan Pelaku Kuliner

21 Januari 2020, 15: 57: 06 WIB | editor : Ali Sodiqin

APRESIASI KAMPUNG HALAMAN: Dokter Agung Mulyono ditengah-tengah warga dan pelaku kuliner oling river food minggu kemarin

APRESIASI KAMPUNG HALAMAN: Dokter Agung Mulyono ditengah-tengah warga dan pelaku kuliner oling river food minggu kemarin (AZIB FOR JPRB)

Share this          

Jawa Pos.com - Pembinaaan serta peningkatan tata kelola destinasi wisata dan kapasitas masyarakat pelaku usaha kepariwisataan Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jatim dokter Agung Mulyono. Sebagai anggota dewan yang diusung dari dapil IV (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) program prioritas peningkatan kepariwisataan menjadi salah satu perhatian khusus kader Partai Demokrat ini.

Nah, saat kunjungan kerja di Banyuwangi pada Minggu (19/1) dokter alumni Unair ini menyempatkan mengunjungi destinasi wisata kuliner terbaru di Banyuwangi yakni Oling River Food. Dokter Agung pun terkejut jika lokasi kuliner ini berdekatan dengan tempat tinggalnya yang berada disekitar sepanjang bantaran sungai Dam Limo, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo. Kunjungan ini ditemani Kades Tegaldlimo dan Ketua MWC NU Tegaldlimo. Bahkan, dokter Agung pun akan memberikan bantuan berupa jalan paving sepanjang 100 meter untuk akses jalan menuju Oling River Food. “Saya ikut berpartisipasi karena wilayah ini tempat kelahiran saya, dan saya yakin Oling River Food akan menjadi ramai,” ujarnya.

dokter kelahiran Tegaldimo ini mengakui, sensasi baru berwisata kuliner ditawarkan di Oling River Food. Wisatawan diajak menikmati aneka olahan sidat dengan bumbu masak tradisional di sebuah area dam (bendungan air) dengan air sungai yang mengalir jernih. Selain olahan sidat, kawasan kuliner ini juga menyediakan banyak olahan lainnya, seperti ayam pedas, ikan pari pedas, nasi pecel, sate kerang, dan rujak soto. “Aneka jajanan tradisional juga ada, mulai dari cenil, lupis, putu ayu, hingga getuk. Berikut juga minumannya, seperti dawet dan es kelapa muda,” ujar dokter yang hobi bermain musik ini.

Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Jatim ini menjelaskan bahwa dunia pariwisata tidak luput dari kuliner. Agar dapat bersaing yakni dengan produk kuliner bernilai tinggi, pelatihan wirausaha kuliner melalui pelatihan UMKM atau wirausaha sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah agar apa yang dibutuhkan dapat disampaikan oleh mereka yang benar berpengalaman dan juga memiliki kompetensi di bidangnya. “Usaha kuliner adalah salah satu usaha yang dapat dikembangkan bagi masyarakat desa. Alasannya adalah bahan mentah atau bahan baku bagi kulinert tersebut masih sangat mudah didapatkan dan juga masih memiliki harga yang cenderung murah,” pungkas dokter yang semasa kecilnya selalu langganan jadi ketua kelas ini.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia