Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Mengikuti Kegiatan BPIP Sosilisasi Pancasila

Gandeng Untag, Undang Ormas, Pendidik, dan Mahasiswa

02 Desember 2019, 20: 36: 08 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SOSIALISASI PANCASILA : Dari kiri Fendi Setyawan, Lian Kian, Andang Subaharianto, Hariyono, Dwi Yanto, dan Aris Heru Utomo foto bersama para guru di hall Hotel Santika, Minggu pagi (1/12).

SOSIALISASI PANCASILA : Dari kiri Fendi Setyawan, Lian Kian, Andang Subaharianto, Hariyono, Dwi Yanto, dan Aris Heru Utomo foto bersama para guru di hall Hotel Santika, Minggu pagi (1/12). (IRWAN FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan sosialisasi di Banyuwangi. Kegiatan yang bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi itu mengundang banyak kalangan. Bagaimana suasananya?

...............................

SOSIALISASI di hall Hotel Santika Banyuwangi itu dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama pada Sabtu malam (30/11), dengan menghadirkan seratus peserta. Mereka berasal dari perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembaruan Kebangsaan, dan ormas kebangsaan.

APRESIASI: Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo berterima kasih kepada Untag yang telah bekerja sama dengan BPIP.

APRESIASI: Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo berterima kasih kepada Untag yang telah bekerja sama dengan BPIP.

Kemudian sesi kedua Minggu pagi, yang dihadiri 300 orang guru dari sekolah di bawah naungan Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) dan guru PKn dari sekolah lain. Sesi ketiga Minggu sore, sebanyak 300 orang peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan civitas akademika Untag Banyuwangi.

Secara bergantian, narasumber dari BPIP memberikan materi yang berbeda. Dr Lian Kian, Staf Ahli Ketua Pengarah BPIP Megawati didaulat membuka acara pada hari pertama. Saat menyampaikan paparan, Lian menjelaskan tentang sejarah Pancasila dan tugas-tugas BPIP. “Pancasila adalah dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup negara,” ungkapnya dalam sosialisasi yang mengangkat tema “Peran Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forum Pembaruan Kebangsaan dalam Membina Ideologi Pancasila di Banyuwangi” itu.

Lian mengakui, Banyuwangi adalah ikon toleransi. Untuk itu, dia meminta agar selalu dirawat, karena menurutnya, merawat itu susah. “Ayo menjaga peran masing-masing, para tokoh agama supaya turut menjaga dan merawat,” pesannya.

Selain Lian, Direktur Sosilisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Aris Heri Utomo juga menyampaikan materi tentang merawat kerukunan umat beragama di media sosial. Dia mengulas tentang maraknya berita hoax di Indonesia. Perkembangan teknologi mendorong penggunaan handphone dan media sosial mendominasi dibanding alat komunikasi lainnya. Bahkan dibanding komputer sekalipun. “Tentunya, hal ini juga membawa dampak negatif, sehingga harus diwaspadai penggunaannya,” cetusnya.

Dosen Untag Banyuwangi juga menjadi pembicara dalam sosialisasi sesi pertama tersebut. Sahru Romadon, MPd, ketua Pusat Studi Pancasila Untag memaparkan bahwa perguruan tinggi diwajibkan untuk mengajarkan dua mata kuliah berbasis kebangsaan. “Selain Bahasa Indonesia, mata kuliah kewarganegaraan dan Pancasila wajib diajarkan,” katanya.

Menurutnya, toleransi di Banyuwangi akan terus terjaga asalkan menjaga gotong-royong. Dia juga menyarankan agar BPIP tidak lagi fokus melakukan sosialisasi kepada ormas yang sudah sepakat dengan Pancasila. “Ormas yang belum sepakat kepada Pancasila harus diprioritaskan untuk menerima sosialisasi,” usulnya.

Dalam kesempatan sesi pertama itu, Prof Hariyono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPIP juga menyampaikan paparan tentang peran strategis acara sosialisasi Pancasila tersebut. Dia mengulas sejarah Pancasila dan ajaran Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Menurutnya, untuk menjadi bangsa yang maju, tidak cukup hanya rukun dan toleran. “Tetapi kita harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.

Pada sesi kedua hari Minggu pagi (1/12), Hariyono juga memberikan pencerahan di hadapan 300 orang guru Perpenas dan guru PKn se Kabupaten Banyuwangi. Profesor itu berpesan kepada para guru yang mengajar Pancasila juga bisa memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. “Untuk memajukan bangsa harus ada kreativitas, inovasi, dan prestasi,” sebutnya.

Dalam kegiatan “Sosialisasi Pancasila kepada Pendidik sebagai Upaya Mencegah Benih-Benih Intoleransi, Terorisme, dan Radikalisme di Kalangan Pemuda” itu, Rektor Untag Drs Andang Subaharianto, MHum juga menyampaikan buah pemikirannya. Andang memaparkan “Peran Pendidikan Pancasila dalam Memperkuat Ketahanan Ideologi di Kalangan Generasi Muda”. Menurutnya, lembaga pendidikan bertanggung jawab terhadap pendidikan Pancasila bagi generasi muda. Lembaga pendidikan harus mengevaluasi dan mengubah materi dan strategi pembelajarannya sesuai dengan konteks zamannya. “Prosesnya harus bekerja sama dengan BPIP,” cetusnya dalam kegiatan yang dihadiri Dwi Yanto, Staf Ahli Bupati sekaligus Plt Kepala Bakesbangpol Banyuwangi itu.

Nah pada sesi ketiga Minggu sore (1/12), BPIP menggelar Sosialisasi Pancasila di Hadapan Dosen dan Mahasiswa Untag. Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo didaulat memberikan kata sambutan pembukaan. Dia mengucapkan terima kasih kepada Untag Banyuwangi yang telah bekerja sama dengan BPIP untuk menyelenggarakan serangkaian sosialisasi Pancasila tersebut.

Tiga narasumber menyampaikan paparan pada sesi terakhir yang diikuti 300 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan civitas akademika Untag itu. Mereka adalah Aris Heru Utomo yang menyampaikan materi “Tantangan Membumikan Pancasila di Era Milenial”. Kemudian pemateri kedua adalah Dr Fendi Setyawan, SH, MH, Staf Ahli BPIP. Fendi memaparkan materi dengan tema “Pancasila sebagai Titik Temu, Titik Tumpu, dan Titik Tuju Kita”.

 Sementara itu, narasumber ketiga adalah Demas Brian Wicaksono, SH, MH, dosen Fakultas Hukum Untag. Demas menyampaikan materi tentang peran perguruan tinggi, utamanya Untag, dalam mendorong penguatan Pancasila untuk generasi muda.

Acara tiga sesi yang dipandu MC kondang Anggie Amanda dari Humas Untag itu berlangsung gayeng. Sosialisasi selalu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Tak ketinggalan, setiap narasumber mengucapkan salam Pancasila setiap hendak memulai paparan. Peserta pun antusias menyimak setiap paparan dan berebut melontarkan pertanyaan. “Acara ini bagus sekali. Kami berharap, tahun depan BPIP kembali melakukan sosialisasi Pancasila di Banyuwangi,” kata Achmad, salah satu peserta.(*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia