Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

FE Untag Latih Warga Binaan Lapas

26 November 2019, 17: 14: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TEKEN KERJA SAMA: Dekan FE Untag Zaenuddin Imam (tiga dari kiri) bersama Kasi Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Sunaryo (dua dari kanan) didampingi jajaran dosen FE Untag.

TEKEN KERJA SAMA: Dekan FE Untag Zaenuddin Imam (tiga dari kiri) bersama Kasi Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Sunaryo (dua dari kanan) didampingi jajaran dosen FE Untag. (IRWAN FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi-Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (FE Untag) memberikan pelatihan dan pendampingan kewirau­sa­haan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Banyuwangi, mulai ke­marin (25/11). Acara yang ber­langsung selama tiga hari hing­ga Rabu (27/11) itu diikuti 33 orang peserta dari warga bi­naan Lapas.

Dekan FE Untag Banyuwangi Zae­nuddin Imam SE, MSA menga­takan, tujuan kegiatan itu untuk mengenalkan berpikir wirausaha dan meningkatkan pemaha­man­an manajemen. Baik organisasi, pro­duksi, keuangan, dan pema­saran. “Harapannya setelah meng­ikuti pelatihan dan pendam­pingan kewirausahaan, warga binaan Lapas dapat berpikir wi­rau­saha dan memahami mana­jemen,” katanya saat memberikan kata sambutan di aula Lapas Ba­nyuwangi, kemarin pagi.

Selama tiga hari, ada tujuh kali tatap muka yang diikuti peserta. Diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Kemu­dian materi pertama adalah konsep kewirausahaan dan  ruang lingkup kewirausahaan. Selan­jutnya materi identifikasi peluang usaha serta kreativitas dan ino­vasi. Ada juga perencanaan pemasaran dan perencanaan bisnis.

Materi terakhir adalah akuntansi dan pengelolaan ke­uangan. Para pemateri berasal dari dosen FE Untag, yakni M. Is­w­ahyudi, Achmad Iqbal, Agus Ri­yanto, Hendra Febriyanto, Hasan Abdullah, dan Priangga Eko S.

Sebelum paparan dimulai, ke­marin pagi dilakukan penan­da­tanganan nota kesepahaman kerja sama antara FE Untag dan Lapas. Dekan FE Untag Zaenuddin Imam bersama Kasi Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Banyuwangi Sunaryo me­neken nota kesepahaman kerja sama itu secara bergantian.

Sunaryo mengakui Lapas belum pernah memberikan pembinaan kewirausahaan kepada warga bi­naan. Selama ini, pembinaan di Lapas cenderung berupa ke­trampilan, sehingga sangat sinkron jika dilengkapi kerja sama pembinaan kewirausahaan de­ngan FE Untag. “Pembinaan ke­trampilan, ke­pribadian, dan ke­mandirian jika ditambah kewi­rausahaan akan sangat berman­faat, karena warga binaan Lapas da­pat dibekali ma­najemen,” tuturnya. (*) 

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia