Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Sports
Banyuwangi International BMX

Raja Sapta Akui Banyuwangi International BMX Sebagai Event Terbaik

25 November 2019, 18: 47: 45 WIB | editor : Ali Sodiqin

OPENING CEREMONY: Bupati Banyuwangi Azwar Anas didampingi Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari melakukan selebrasi pertanda dibukanya balapan Banyuwangi International BMX 2019 di Sirkuit Muncar kemarin.

OPENING CEREMONY: Bupati Banyuwangi Azwar Anas didampingi Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari melakukan selebrasi pertanda dibukanya balapan Banyuwangi International BMX 2019 di Sirkuit Muncar kemarin. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Kompetisi Banyuwangi International Bicycle Moto-cross (BMX) 2019 yang digelar 26 Oktober 2019. Event balapan BMX level dunia yang digelar selama dua hari menuai banyak pujian.

Salah satunya pengakuan Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari. Raja Sapta mengatakan, pilihan Banyuwangi menggarap sport tourism dengan menggelar kompetisi internasional BMX sudah sangat tepat. Diakui, pasar penggemar BMX di tanah air terus bertumbuh. Antusiasme penggemar BMX semakin tinggi karena atlet BMX Indonesia berhasil lolos bertanding di Olimpiade 2016 di Brazil.

(Ramada Kusuma/RaBa)

”Kebetulan pada Olimpiade 2016 lalu, saya jadi Chief de Mission (CdM) Indonesia. Tentu harapannya, ada atlet BMX Indonesia yang lolos Olimpiade 2020 Jepang. Dan Banyuwangi ini spesial. Event BMX-nya keren dan terbaik, berkualitas dunia. Banyuwangi semakin menjadi referensi bagi penggemar sepeda, khususnya BMX di Indonesia dan dunia,” jelas Raja Sapta.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas membuka ajang lomba BMX kelas dunia tersebut di Sirkuit BMX Muncar kemarin. Pembukaan dilakukan bersama Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari.

Para peserta kelas dunia tampak antusias mengikuti lomba kali ini. Sebab, event tersebut menjadi jujugan para atlet internasional dalam berburu poin sebagai syarat mengikuti Olimpiade 2020 mendatang. Selain itu, para penggemar BMX se-Tanah Air juga melirik Banyuwangi sebagai tempat menikmati aksi para atlet BMX kelas dunia. Mereka juga ikut berlatih di sirkuit berlevel internasional di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

(Bagus Rio/RaBa)

Opening ceremony International BMX itu ditandai dengan suara terompet yang dibunyikan oleh Bupati Anas bersama Forpimda dan Ketua PB ISSI. ”Jadi sejak awal memang Banyuwangi fokus pada wisata minat khusus. Salah satunya penggemar sepeda yang sangat besar serta terus tumbuh di Indonesia dan dunia. Maka di Banyuwangi kami menggelar International Tour de Ijen dan khusus BMX ada International BMX Competition,” ujar Bupati Anas.

Anas mengakui, persaingan antardaerah dalam industri pariwisata saat ini semakin ketat. Sehingga dibutuhkan strategi alternatif agar sebuah daerah tetap dilirik sebagai destinasi. Maka sejak empat tahun lalu, Banyuwangi Festival menghadirkan ajang sport tourism baru, yaitu International BMX Competition yang digelar di Sirkuit Muncar.

Sirkuit BMX kelas dunia ini berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Sirkuit ini juga telah berstandar Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI). Ajang Banyuwangi International BMX tersebut juga sudah masuk agenda rutin UCI.

(Bagus Rio/RaBa)

”Kan sekarang marak di mana-mana festival seni-budaya, maka Banyuwangi sudah mengantisipasinya dengan membikin International BMX sejak empat tahun lalu. Terbukti saat ini, event tersebut menjadi jujugan atlet dunia. Atlet tersebut berebut poin untuk bisa lolos Olimpiade. Pasar penggemar BMX itu ceruk pasar potensial, kecil tapi solid, nice market. Apalagi ada data sekitar 20 persen penjualan sepeda itu dikontribusi oleh jenis BMX,” jelasnya.

Sirkuit BMX ini, jelas Anas, kini juga mulai menjadi sarana latihan para penggemar dari berbagai daerah di Indonesia. ”Termasuk para peserta lomba yang datang bersama tim, keluarga, semuanya menumbuhkan konsumsi lokal yang ujungnya menggerakkan ekonomi,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Wawan Yadmadi menambahkan, tahun ini, kompetisi internasional BMX Banyuwangi diikuti 253 pembalap profesional dari 19 negara. Peserta datang dari Brazil, Inggris, Denmark, Italia, Ekuador, Selandia Baru, Australia, Tiongkok, Latvia, Jepang, Jerman, Ceko, Hongkong, Kanada, dan Chile. Mereka tampak antusias berkompetisi di Banyuwangi karena telah diakui UCI sebagai sarana mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 di Jepang.

(bw/rbs/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia