Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi)

Ciptakan Mesin Pres dan Pemotong Tahu Otomatis

19 November 2019, 19: 07: 45 WIB | editor : Ali Sodiqin

DISERAHKAN: Tim PPTTG Poliwangi Galang Sandy Prayogo (kiri) dan Dian Ridlo Pamuji (tiga dari kiri) menyerahkan mesin kepada mitranya di Desa Gitik, Rogojampi.

DISERAHKAN: Tim PPTTG Poliwangi Galang Sandy Prayogo (kiri) dan Dian Ridlo Pamuji (tiga dari kiri) menyerahkan mesin kepada mitranya di Desa Gitik, Rogojampi. (DIAN RIDLO PAMUJI FOR JPRG)

Share this          

JawaPos.com – Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Dian Ridlo Pamuji, S.T., M.T., Galang Sandy Prayogo, S.T., M.T, dan dari Prodi Teknik Informatika Mohammad Nur Shodiq, S.T., M.T, berhasil membuat alat pengepres dan pemotong tahu semi otomatis.

Alat pengepres dan pemotong tahu yang dibuat melalui program   penerapan teknologi tepat guna (PPTTG) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2019, itu diserahkan pada mitranya di Dusun Timurejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, kemarin (18/11).

Mesin press dan pemotong tahu yang akan ditransfer ke mitranya itu, bersifat semi otomatis dengan penggerak motor steper. Untuk mesin pengepres tahu, pergerakan pengepres bisa diatur sesuai kebutuhan dengan menggunakan sistem control, dan pergerakan pisau kembali ke atas secara otomatis. “Mesin ini dirancang semi otomatis dan sangat mudah dioperasikan oleh siapa saja,” ujar ketua tim PPTTG Poliwangi, Dian Ridlo Pamuji.

Setelah selesai pengepresan, terang dia, menggunakan mesin semi otomatis ini pelepasan cetakan tahu tidak perlu dibalik. Sebab, alat pengepres dirancang terpisah antara meja tahu dan cetakan tahu. Ini untuk memudahkan perajin saat mengeluarkan dan membalik tahu yang sudah jadi dari cetakan. “Untuk pemotong tahu menggunakan limit switch, sehingga saat proses pemotongan selesai, pisau akan kembali lagi ke atas secara otomatis,” katanya seraya menyampaikan dengan semakin banyak hasil pengepresan dan pemotongan tahu dengan waktu yang singkat, tahu yang dihasilkannya juga semakin banyak.

Selama ini, terang dia, proses pengepresan dan pemotongan tahu yang dilakukan oleh usaha kecil menengah (UKM) produksi tahu di Desa Gitik masih manual, dengan menggunakan tenaga manusia, dan peralatan yang sangat tradisional. “Ketebalan tahu hasil pengepresan secara manual tidak dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pemotongan tahu secara manual membutuhkan tenaga terampil, dan waktu yang lama karena dilakukan satu persatu dengan pisau dan penggaris,” paparnya.

Maka dari itu, tim PPTTG Poliwangi membuat dan alat press dan pemotong tahu semi otomatis dan diserahkan kepada Heri Purnomo dan Holisah selaku mitra pada kegiatan PPTTG di Dusun Timurejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. Selain kegiatan dan penyerahan alat, juga dilakukan pelatihan pengoperasian alat pres dan pemotong tahu. “Dengan adanya alat ini, dapat memudahkan mitra dalam melakukan proses produksi tahu, terutama pada proses pengepresan dan pemotongan tahu, dan itu produktifitas mitra menjadi meningkat,” pungkasnya. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia