Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Ciptakan Mesin Pengaduk Gula Merah

17 November 2019, 17: 30: 04 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISERAHKAN: Chairul Anam (kanan) menyerahkan mesin pengaduk gula merah kepada Ponidi di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, kemarin (15/11).

DISERAHKAN: Chairul Anam (kanan) menyerahkan mesin pengaduk gula merah kepada Ponidi di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, kemarin (15/11). (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng- Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), bersinergi dengan para pengusaha gula merah di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Tim Poliwangi yang terdiri Chairul Anam S.T., M.T, dan dua anggotanya Sandryas Alief Kurniasanti, S.ST., MM. dan Dian Ridlo Pamuji S.T., M.T, mengoptimalkan hasil gula merah dengan menggunakan control system.

Ketua tim Poliwangi Chairul Anam mengatakan perkembangan teknologi dalam dunia industri pangan, kini semakin berkembang. Teknologi tepat guna dengan tepat sasaran, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Teknologi tepat guna harus lebih ditingkatkan dalam penunjang pemanfaatan teknologi masyarakat Indonesia,” katanya.

Pemanfaatan teknologi, terang dia, akan berimbas pada industri kecil dan menengah, salah satunya industri gula merah. Dan itu perlu ada peningkatan sarana atau peralatan, yang berhubungan dengan proses pengolahan bahan hasil dalam industri rumah tangga tersebut, khususnya industri pembuatan gula merah. “Kita ingin masyarakat mendapatkan hasil yang optimal dalam proses pembuatan gula merah menggunakan mesin,” ujar Chairul Anam.

Menurut Anam, dengan adanya teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk gula merah berbasis control system, maka produksi akan lebih banyak dalam sekali proses, dan waktunya juga lebih cepat. Makanya, mesin pengaduk gula merah sangat tepat digunakan untuk menghasilkan gula merah dengan kualitas unggul.

“Mesin pengaduk gula merah menggunakan gaya sentrifugal, cara kerjanya nira kelapa (legen) dituangkan dalam wadah atau tungku lalu diaduk dengan pengaduk yang digerakkan oleh putaran motor, dan dipanasi api yang diatur dengan thermostart supaya suhu panas bisa dikontrol,” ungkapnya.

Selain alat control tersebut, jelas dia, juga menggunakan timer control yang berfungsi memindahkan waktu kapan harus mempercepat adukan atau memperlambat. Sehingga kualitas adukan dan warna gula merah tetap terjaga. “Dengan mesin pengaduk gula merah ini diharapkan industri rumah tangga akan lebih ringan kerjanya, dan dapat meningkatkan produktifitas kerja dengan hasil yang berkualitas,” harapnya.

Selain program transfer teknologi, masih kata dia, yang akan dilakukan oleh tim pengabdi melakukan pendampingan tata cara pengolahan gula merah, dan pemberian wawasan tentang pengemasan gula merah yang lebih menjual, dan menarik minat konsumen untuk membeli. Sehingga, dari kegiatan ini keuntungan penjualan gula merah akan lebih meningkat. “Hasil percobaan mesin pengaduk gula merah ini dapat mempercepat dan meningkatkan kapasitas pembuatan gula merah, sehingga bisa mendapatkan keuntungan maksimal,” jelasnya.(*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia