Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Peradi SAI Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat

16 November 2019, 16: 32: 42 WIB | editor : Ali Sodiqin

FOTO BERSAMA: Peserta PKPA bersama pengurus DPC Peradi SAI Banyuwangi Raya sesaat sebelum pelatihan digelar di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi resmi dibuka pada Sabtu kemarin (16/11).

FOTO BERSAMA: Peserta PKPA bersama pengurus DPC Peradi SAI Banyuwangi Raya sesaat sebelum pelatihan digelar di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi resmi dibuka pada Sabtu kemarin (16/11). (TOHA/RABA)

Share this          

JawaPos.com - DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Banyuwangi Raya menggelar peningkatan pendidikan advokat. Kegiatan yang dilakukan di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi resmi dibuka pada Sabtu kemarin (16/11). Rencananya pendidikan advokat ini akan dilakukan selama sebulan hingga bulan Desember 2019. Secara simbolis pendidikan advokat ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Hasanudin Nasution, SH, MH

Ketua DPC Peradi SAI Banyuwangi Raya Ir Sugeng Widodo, SH mengatakan, Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini merupakan amanat Undang- undang Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Dalam undang-undang itu disebutkan jika PPA merupakan suatu kewajiban dan syarat yang harus dipenuhi  untuk dapat diangkat sebagai advokat sebagaimana yang diamanatkan. “Jadi berdasarkan undang-undang itulah kami ingin mencetak para calon advokat untuk memenuhi kebutuhan hukum di masa kini dan masa mendatang,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, PKPA bagi para calon advokat guna mendorong penguatan kapasitas dan kualitas para advokat yang qualified, berintegritas serta mampu menjaga standar profesi advokat. “Advokat adalah profesi mulia (nobile officium). Kegiatan PKPA merupakan syarat mutlak guna mendorong kualitas, kapabilitas, kredibilitas dan integritas para calon advokat. Sehingga profesi advokat sungguh-sungguh diakui sebagai salah satu pilar penegak hukum di Indonesia. Menjaga integritas sebagai seorang advokat bukan panggilan yang mudah. Namun kita harus mampu membuktikan bahwa advokat adalah profesi mulia. Buktikan integritas sebagai seorang advokat,” kata Sugeng kemarin.

Ketua Umum DPN Peradi Dr. Juniver Girsang, SH, MH melalui Sekjend Hasanudin Nasution, SH, MH menjelaskan, PKPA merupakan salah satu tolok ukur dan syarat seleksi wajib sebelum para calon advokat dilantik dan pengambilan sumpah menjadi advokat. Hal ini wajib di tempuh oleh para calon peserta advokat sebagai tahapan yang telah lulus dari Sarjana Hukum dan dilanjutkan dengan ujian Profesi Advokat serta penyumpahan. "Jadi ini merupakan salah satu tahapan seorang Sarjana Hukum yang ingin berprofesi sebagai seorang advokat, dan juga merupakan salah satu penegak hukum berdasarkan UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat," kata Hasanudin.

Hasanudin berharap dengan dilaksanakan pelatihan PKPA ini tidak melihat dari kuantitas, tetapi dilihat dari kualitas. Sebab, setelah mengikuti PKPA ini peserta akan mengikuti tahapan selanjutnya. Advokat adalah salah satu penegak Hukum yang posisinya setara dengan Hukum lainnya. "Harapan kami melahirkan seorang yang Profesional dibidang hukum khususnya di bidang advokat, kemudian menjadi salah satu penegak hukum di Indonesia untuk melayani kepada msyarakat baik yang mampu maupun tidak mampu," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Peradi SAI Banyuwangi Raya Syaiful Muttaqin SH, S.Hut menambahkan, dalam pelatihan PKPA ini pemateri berasal pratisi hukum dan akademisi, sehingga keilmuan tidak dilihat dari teoritis tetapi secara praktis. Mayoritas pengajar dari Doktoral, Saksi Ahli, Staf Kementerian, Badan Legislasi Perundang- undangan, Tenaga Ahli Mahkamah Konstitusi.

Syaiful mengatakan, sebelum menjadi advokat maka prosedur serta mekanisme yang harus dilalui diantaranya mengikuti PKPA, lalu mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA)  dilanjutkan magang selama dua tahun sebelum pengangkatan dan sumpah sebagai seorang advokat. “Jadi PKPA ini merupakan langkah awal bagi calon advokat. Pelatihan ini diikuti peserta dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang. Bahkan ada peserta dari Singaraja. Mudah-mudahan baik secara internal, ini sebagai bekal guna memperkuat kapasitas, integritas dan profesionalitas maupun secara eksternal yakni mempertegas kredibilitas penegakan hukum dan keadilan terutama bagi masyarakat pencari keadilan, kebenaran dan perlindungan hukum. Setiap Advokat dituntut untuk memahami secara mendalam landasan dan persoalan hukum (knowledge), berintegritas (integrity) serta menjaga kepercayaan masyarakat (trust),” pungkas Syaiful kemarin.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia