Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis
SMARTFARMING

BNI Inisisiasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0

14 November 2019, 15: 25: 22 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BNI Inisisiasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0

Share this          

BESUKI, Jawa Pos Radar Situbondo – BNI hadir dalam mewujudkan ketahanan pangan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan petani di Situbondo. Untuk kepentingan itu, BNI menginisasi pertanian modern 4.0 atau smartfarming. Acara seremonial bertajuk gerakan menyongsong pertanian 4.0 itu dilaksanakan di Kantor Kecamatan Besuki, kemarin.

            GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI, Bambang Setyatmojo mengatakan, pertanian 4.0 adalah pertanian dengan memanfaatkan teknologi. Dengan adanya teknologi smartfarming, petani dapat mengidentifikasi kapan saat yang tepat untuk menanam benih dan berapa kadar pupuk yang ditebar di lahannya. Kemudian, petani juga bisa melakukan upaya pencegahan hama secara cepat dan tepat. “Harapannya, petani dapat mengimplementasikan pertanian presisi sehingga hasil panen yang didapat meningkat, serta pendapatan petani juga bertambah tinggi. Dan kini BNI hadir di Desa Besuki, Kecamatan Besuki,” katanya.

Bambang menerangkan, BNI secara konsisten ikut mendorong pemanfaatan kemajuan teknologi smartfarming 4.0 berbasis Internet of Things (IOT).  Melalui teknologi RiTx Soil & Weather Sensor, petani dapat memantau kondisi lahan secara realtime. Diharapkan, mampu memberikan data pertanian yang lebih terukur serta presisi. Sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Peranan BNI, memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan yang memanfaatkan teknologi smartfarming RiTx selama proses budidaya. Pada musim panen, hasil produksi petani akan diserap oleh offtaker mitra BNI. “Ke depan, petani akan menjadi lebih produktif, lebih efisien dan efektif. Hasil pertanian  mudah dijangkau pasar,” ujar Bambang. 

Dalam menginisisiasi gerakan menyongsong pertanian 4.0, BNI berkolaborasi dengan beberapa kementerian. Di antaranya, Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. BNI juga melibatkan startup agri teknologi. Yaitu PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (PT MSMB).

Ada beberapa rangkaian acara gerakan menyongsong pertanian 4.0 kemarin. Seperti sarasehan peningkatan produksi pertanian presisi, kemudahan akses pembiayaan perbankan, hingga kesiapan dan sosialisasi penggunaan teknologi digital untuk pertanian. Acara diakhiri tebar pupuk secara simbolis di sebuah lahan di Desa/Kecamatan Besuki.

Dalam kesempatan ini, hadir Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto; Dirjen PDT Kemendesa, Samsul Widodo; Direktur Ekonomi Digital Kominfo, I Nyoman Adiarna; dan Kasubdit Kredit Program dan Fasilitasi Pembiayaan Kementan, Kartining Saddewi Budi. Ada juga Head of Region Kantor Wilayah Malang, Wiwi Suprihatno; Chief Marketing Officer PT MSMB Anastasia Trianita Hesti S. Termasuk juga petani, kelompok tani, serta kewirausahaan pertanian di Situbondo.

Bupati Dadang mengucapkan terima kasih kepada BNI yang telah menginisiasi gerakan menyongsong pertanian 4.0. Dia menegaskan, pemerintah menyambut baik penerapan teknologi pertanian tersebut. Baik mekanisasi maupun digitalisasi.

Dia mengatakan, ini jelas akan membantu peningkatan produktivitas pertanian di Situbondo. Dadang berharap, kerja sama Pemkab Situbondo dengan BNI terus ditingkatkan. “Terutama dalam pemberian pembiayaan KUR pada masyarakat petani Situbondo,” katanya.

Slamet, salah satu petani asal Kecamatan Besuki juga menyampaikan terima kasih kepada BNI. Bantuan berupa pinjaman KUR dan Corporate Social Responsibility (CSR) sangat dibutuhkan petani. “Dengan adanya gerakan menyongsong pertanian 4.0, petani semakin dimanjakan karena dapat memantau sawahnya lewat HP android,” ujarnya.

Head of Region Kantor BNI Wilayah Malang, Wiwi Suprihatno, mengatakan, implementasi konsep smartfarming BNI di Situbodo melalui RiTx Soil & Weather Sensor sangat berguna bagi petani dan perbankan. Di antara manfaatnya, monitoring cuaca, pemupukan presisi, pencegahan hama dan rekomundasi pertanian.

“Di sisi lain, perbankan juga memanfaatkan smartfarming melalui dashboard dari aplikasi RiTx bertani untuk mapping lahan, monitoring onfarm, pendampingan pertanian. Muaranya, untuk memastikan kualitas kredit bank yang lebih baik." ujarnya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa RITx Soil & Weather Sensor yang digunakan untuk merekam kondisi lahan secara realtime dan memprediksi cuaca yang presisi. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani penerima KUR di sektor produksi serta menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Penyaluran KUR hingga 31 Oktober 2019 mencapai Rp 15,9 Triliun di seluruh Indonesia. Sedangkan penerima KUR tembus 183 ribu. (bib/pri/*)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia