Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

BLK Gelar Pelatihan untuk Pelatih Pemagangan di Perusahaan

06 November 2019, 08: 14: 11 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SAMBUTAN: Kepala BLK Banyuwangi Rusman (di podium) memberikan sambutan dalam penutupan di Hotel Aston Banyuwangi, Senin malam (4/11).

SAMBUTAN: Kepala BLK Banyuwangi Rusman (di podium) memberikan sambutan dalam penutupan di Hotel Aston Banyuwangi, Senin malam (4/11). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Genteng-Direktoral Jenderal (Dirjend) Pembinaan dan pelatihan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi, menggelar pelatihan untuk koordinator pemagangan di Industri dan pelatihan pelatih di tempat kerja. Kegiatan itu digelar di Hotel Aston Banyuwangi, Senin malam (4/11).

Pelatihan yang dilaksanakan berdasarkan peraturan menteri ketenagakerjaan (Permenaker) RI nomor 36 tahun 2016 itu, untuk pengelola pemagangan harus kompeten dalam menyelenggarakan program pemagangan sesuai peraturan perundangan. Dalam acara itu, diikuti 50 perusahaan dari Provinsi  Jawa Timur dan Bali. “Pelatihan koordinator pemagangan ini pesertanya pemilik perusahaan atau bagian HRD,” ujar Kepala BLK Banyuwangi, Rusman.

Menurut Rusman, pelatihan koordinator pemagangan di Industri ini angkatan ke III dan IV di tahun 2019, dan pelatihan pelatih atau mentor di tempat kerja sudah angkatan ke IV tahun 2019. Pelatihan ini, dilaksanakan selama enam hari sejak 30 Oktober hingga 4 November. “Selama sepekan itu, para peserta menerima materi dan praktik dengan narasumber dari industry, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, dan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi,” katanya.

RESMI DITUTUP: Kepala BLK Banyuwangi Rusman menyerahkan sertifikat kompetensi kepada peserta pelatihan saat penutupan di Hotel Aston Banyuwangi, Senin malam (4/11).

RESMI DITUTUP: Kepala BLK Banyuwangi Rusman menyerahkan sertifikat kompetensi kepada peserta pelatihan saat penutupan di Hotel Aston Banyuwangi, Senin malam (4/11).

Menurut Rusman, di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat, dibutuhkan SDM yang berdaya saing. Menyiapkan SDM itu sangat penting guna mengurangi angka pengangguran. Melalui pelatihan ini, bisa menekan angka pengangguran. “Metodologinya sangat intensif, sehingga peserta yang sudah memiliki sertifikat bisa menjadi pembimbing atau pelatih bagi calon pemagang di perusahaan yang memiliki sertifikasi,” ungkapnya.

Salah satu narasumber pelatihan pemagangan di industri, Berton Pasaribu menjelaskan, peserta pelatihan koordinator pemagangan di industri angkatan III tahun 2019 ini ada 25 orang dengan rincian, sembilan orang dari perusahaan di Kabupaten Banyuwangi, sembilan orang dari Kabupaten Malang, dan dua orang dari Bandung. “Untuk perusahaan dari Surabaya, Lamongan, Kediri, Pasuruan dan Jombang, masing-masing mengirimkan satu orang,” paparnya.

Untuk peserta pelatihan koordinator pemagangan di industri angkatan IV tahun 2019, jelas dia, ada 25 orang dengan rincian empat orang dari perusahaan di Kabupaten Banyuwangi, lima orang dari Malang, tiga orang dari Gresik, empat orang dari Surabaya, dan tiga orang dari Sidoarjo. “Untuk Pasuruan, Denpasar, Batu, Tabanan, dan Blitar masing-masing satu orang,” jelasnya.

Sedangkan peserta pelatihan pelatih di tempat kerja angkatan IV tahun 2019, jelas dia, ada 25 orang. Mereka berasal dari Surabaya sebanyak tujuh orang, tiga orang dari Pasuruan, Sidoarjo, dan Jogja. Selain itu, dua orang dari Madiun dan Malang, dan satu orang dari Blitar, Lamongan, Badung, Jember, dan Kediri. “Peserta pelatihan dari seluruh perusahaan atau industri ini, bisa satu pemahaman tentang proses pelatihan berbasis kompetensi yang sudah dilakukan di BLK Banyuwangi, dan sesuai standar kompetensi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI),” ungkapnya.

Salah satu peserta pelatihan koordinator pemagangan di industri, Dian Safitri Wulandari mengaku sangat berterimakasih kepada BLK Banyuwangi yang sudah mengadakan pelatihan tersebut. Dengan pelatihan itu, ia bersama peserta dari seluruh perusahaan bisa mendapatkan ilmu baru saat menerima peserta magang. “Kita dapat ilmu baru dan bisa menerapkan saat kembali ke perusahaan,” jelasnya.(*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia