Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik
RS Al Huda Genteng

Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba

06 November 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

CEPAT DETEKSI: Laboratorium RS Al Huda siap melayani deteksi dini DB sejak hari pertama demam.

CEPAT DETEKSI: Laboratorium RS Al Huda siap melayani deteksi dini DB sejak hari pertama demam. (RS Al Huda Genteng For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Masa pergantian musim kemarau ke musim penghujan telah tiba. Perubahan suhu dan kelembapan yang mengiringi, memaksa tubuh untuk beradaptasi dengan ekstra keras. Hal ini, bila tidak diimbangi dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentu dapat menjadikan tubuh rentan terserang penyakit.

Manajer Pelayanan Medis Rumah Sakit Al Huda (RSAH) dr Suryadinata mengatakan, pada musim pancaroba banyak pasien yang datang, khususnya anak-anak. Mereka umumnya mengeluhkan gejala penyakit batuk pilek yang disertai demam. Bahkan ada yang kejang dan sesak napas. Hal ini bisa terjadi akibat daya tahan tubuh yang rendah dan kurang istirahat. ”Untuk itu, jangan lupa menjaga kesehatan karena mencegah jauh lebih bijaksana daripada mengobati,” tuturnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh agar memiliki daya tahan yang lebih bagus. Seperti mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan mengurangi aktivitas berlebihan di luar rumah. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga mutlak dilakukan. ”Kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan ataupun setiap kali melakukan kegiatan harus menjadi perilaku yang tidak boleh diabaikan,” jelas Suryadinata.

Selain itu, kita patut waspada akan penyakit yang bisa mewabah saat pancaroba, yaitu penyakit demam berdarah (DB). ”Memang biasanya, penyakit DB mewabah ketika pergantian musim, khususnya dari musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya,” ujarnya.

Yang terpenting, kata Suryadinata, kita harus menjaga kebersihan lingkungan kita. Yaitu dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Mencegah munculnya genangan air serta membuang kaleng dan botol bekas di tempat sampah yang tertutup. Selain itu, ganti air di vas bunga paling sedikit seminggu sekali. Jangan biarkan ada air menggenang di pot tanaman. Tutup rapat semua wadah air, sumur dan tangki penampungan air. ”Jaga saluran air supaya tidak tersumbat dan ratakan permukaan tanah untuk mencegah timbulnya genangan air,” terangnya. 

Dia menambahkan, hendaknya waspada bila keluarga kita mengalami gejala sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, nyeri tulang, dan ruam (bercak merah) di kulit. Apalagi jika disertai dengan  panas lebih dari tiga hari. ”Juga apabila ada tanda pendarahan misalnya mimisan, segera kunjungi dokter Anda agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Surya mengakui, RSAH selama ini sudah tersedia pemeriksaan khusus yang mampu dengan cepat mendeteksi DB sejak hari pertama seorang pasien atau terinfeksi. ”Dengan begitu, pasien bisa segera tertangani dengan cepat dan tepat. Sehingga akan mengurangi risiko komplikasi yang dapat berakibat fatal,” pungkasnya.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia