Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Asah Soft Skill Guru Bersama Yayasan Dana Sosial Al Falah Banyuwangi

26 Oktober 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SHARE ILMU: Salah satu peserta pelatihan Guruku Hebat sedang menjelaskan profesi sebuah pekerjaan.

SHARE ILMU: Salah satu peserta pelatihan Guruku Hebat sedang menjelaskan profesi sebuah pekerjaan. (Gerda Sukarno/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Ke depan tidak ada lagi sekolah favorit atau sekolah kurang favorit. Kedepan juga tidak ada sekolah besar dan sekolah kecil. Kedepan mutu pendidikan sekolah akan sama.

Itulah harapan dari semua masyarakat terutama wali murid. Untu mempersiapkan hal tersebut, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Banyuwangi mengadakan pelatihan bagi donaturnya yang berprofesi sebagai tenaga pendidik atau guru.

Berlangsung selama dua hari sejak kemarin (23/10) bertempat di aula Hotel Tanjung Asri Banyuwangi. Pelatihan ini diikuti oleh 102 guru dari 22 lembaga sekolah islam se Banyuwangi. Mulai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD). Dengan mengusung tema Guruku Hebat, pelatihan ini lebih mengedepankan personilty development atau mengasah soft skill.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh narasumber Agung Wicaksono, ST bahwa dalam hal ini lebih menggali dan mengembangkan soft skill atau sumberdaya kreatifitas yang dimiliki masing-masing guru. Yang impactnya adalah mengasah kecerdasan guru. Bagaimana melakukan penjelasan atau cara mengajar yang komunikatif dan efektif dengan muridnya. Berinteraksi secara aktif antara sesama guru, murid, wali murid hingga atasan dalam hal ini manajemen sekolah. “ Termasuk bagaimana handling komplain,” ujar Agung. Karena profesi guru juga melakukan pelayanan yang ideal.

Di hari kedua, hari ini (24/10) masih menurut Agung, materi yang diberikan lebih banyak kepada sinergi building. Diharapkan guru bisa memiliki pemahaman yang sama. Sekolah lain bukanlah kompetitor tetapi antar sekolah adalah mitra. Dengan begitu sekolah bisa saling membagi ide kreatif, sistem kepada sekolah lain. Bisa berkolaborasi banyak hal. Dengan begitu tidak ada lagi kesenjangan sekolah favorit atau tidak, imbuh Agung.

Di waktu yang bersamaan, Saiful Ketua YDSF Banyuwangi. Melalui pelatihan Guruku Hebat ini, diharapkan sekolah islam yang ada di Banyuwangi bisa menjadi sekolah yang mencetak generasi unggul di masa depan. Bisa bersaing dengan sekolah negeri ataupun sekolah yang telah memiliki nama besar.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia