Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Agar Pembeli Nyaman, Pasar Perlu Ada Ruang Hijau

26 Oktober 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERTATA RAPI: Juri FPB Widie Nurmahmudy (kiri berudeng) berdialog dengan Kepala Pasar Blambangan Budi Hariyanto (dua dari kiri) di area los pedagang Pasar Blambangan kemarin (24/10).

TERTATA RAPI: Juri FPB Widie Nurmahmudy (kiri berudeng) berdialog dengan Kepala Pasar Blambangan Budi Hariyanto (dua dari kiri) di area los pedagang Pasar Blambangan kemarin (24/10). (BENNY SISWANTO/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Penilaian Festival Pasar Bersih (FPB) berakhir kemarin (24/10). Penjurian hari terakhir, tim juri FPB melakukan penilaian dan tinjau lapang di tiga lokasi, yakni Pasar Blambangan, Banyuwangi, dan Rogojampi.

Juri FPB Widie Nurmahmudy mengatakan, sampah dan limbah pasar masih menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar yang dihadapi pasar-pasar di wilayah Banyuwangi. Sampah berserakan dapat membuat suasana pasar menjadi terkesan kotor dan kumuh.

Untuk mengatasinya, pasar bisa melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dengan metode yang tepat. ”Salah satunya, sampah bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi warga,” jelas Widie.

Menurut Widie, pasar juga perlu ruang hijau yang dapat berfungsi sebagai tempat bersantai bagi pengunjung pasar dan menambah oksigen di lingkungan pasar. Pasar bisa menyediakan ruang hijau khusus dan warga pasar membuat tanaman penghijauan dalam pot yang diletakkan di sudut atau lorong pasar. ”Selain menambah kenyamanan, bisa menunjang pedagang dan konsumen merasakan suasana yang berbeda dalam melakukan bertransaksi jual beli di pasar,” kata Widie 

Widie menambahkan agar pembeli merasa nyaman ketika berbelanja di pasar, maka para pedagang pasar hendaknya dapat menggelar dan menata barang dagangannya dengan baik, tertib, rapi, dan nyaman serta tidak memakai akses jalan yang dilalui oleh calon pembeli.

”Jika dagangan para pedagang tertata rapi dengan baik, enak dilihat, calon pembeli pasti merasa nyaman saat berbelanja. Mempermudah mencari barang kebutuhan yang dicari dan konsumen pasti akan senang berbelanja kembali di pasar-pasar tradisional rakyat yang harus kita,” harapnya.

(bw/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia