Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Saham Pemkab Banyuwangi di Tumpang Pitu Tersisa 5,50 Persen

23 Oktober 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SUDAH HASILKAN PAD : Aktivitas penambangan PT.BSI di Tumpang Pitu, Desa Sumeragung, Kecamatan Pesanggaran beberapa waktu lalu.

SUDAH HASILKAN PAD : Aktivitas penambangan PT.BSI di Tumpang Pitu, Desa Sumeragung, Kecamatan Pesanggaran beberapa waktu lalu. (DOKUMEN RaBa)

Share this          

JawaPos.com –  Kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk (pengelola tambang emas Tumpang Pitu), ternyata sudah menghasilkan pendapat asli daerah (PAD). Pada tahun 2018, Pemkab Banyuwangi menerima setoran PAD sebesar Rp 3,426 miliar dari kegiatan take over opsi beli saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Setoran PAD dari perusahaan tambang emas itu dibenarkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samsudin. Menurut Samsudin, walaupun menerima pemasukan PAD, namun kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk tidak mengalami perubahan. ”Saham Pemkab Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk tetap tidak berubah, tidak berkurang dan tidak bertambah, sebanyak 229 juta lembar saham,” kata Samsudin.

Penerimaan PAD itu, kata Samsudin, diperoleh dari kegiatan take over hak opsi beli saham. Berdasar laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemkab Banyuwangi tahun 2018, terungkap bahwa pada 21 Mei 2018, PT Merdeka Copper Gold Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam RUPSLB itu, salah satu keputusannya yakni laba perusahaan tahun 2017 sebesar USD 43,1 juta akan digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan. Dalam RUPS itu, juga disetujui rencana penambahan modal dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Penambahan modal melalui HMETD itu, merupakan hak pemegang saham untuk membeli saham baru yang ditawarkan di bawah harga pasar. Tahap Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dilaksanakan Juli sampai Agustus 2018, perseroan menerbitkan saham baru sebanyak 594.931.190 lembar saham dengan harga Rp 2.250,06 per lembar.

Harga saham Juli sampai Agustus, berkisar di harga Rp 2.600,00 hingga Rp 3.000,00. Sebagai pemegang saham, Pemkab Banyuwangi memiliki hak untuk menambah saham baru di PT Merdeka Copper Gold Tbk yang ditawarkan dalam PUT I. Jika melaksanakan haknya, Pemkab Banyuwangi dapat membeli saham baru sebanyak 38.166.667 lembar saham senilai Rp 85.875.000.750. Sehingga Pemkab Banyuwangi bisa mempertahankan jumlah kepemilikan saham pada PT Merdeka Copper Gold Tbk sebesar 6,42 persen.

Namun, jika Pemkab Banyuwangi tidak melaksanakan haknya, akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk menjadi 5,50 persen dari 6,42 persen. Setelah melakukan konsultasi dengan kementerian terkait, Pemkab Banyuwangi disarankan tidak berinvestasi pada saham yang sudah diperdagangkan karena memiliki risiko tinggi.

Selain itu, mekanisme anggaran tidak memungkinkan Pemkab Banyuwangi menyiapkan dana pembelian sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.  Karena kondisinya tidak memungkinkan menggunakan haknya, maka HMETD milik Pemkab Banyuwangi ditawarkan kepada pemegang saham lainnya atau pembeli siaga.

Pada 23 Agustus 2019, maka HMETD milik Pemkab Banyuwangi terjual senilai Rp 90.00 ler lembar yang memiliki nilai teoretis per tanggal transaksi sebesar Rp 78.00. Hasil bersih penjualan hak HMETD sebesar Rp 3.426.406.515 disetorkan ke kas daerah pada pos PAD lainnya. Akibat tidak dimanfaatkannya HMETD itu, maka persentase kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk mengalami penurunan dari 6,42 persen menjadi 5,50 persen.

(bw/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia