Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Bus Rombongan SMAN 2 Genteng Terguling di Lumajang

22 Oktober 2019, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RAWAT INAP: Para siswa SMAN 2 Genteng menjalani perawatan di ruang UGD RSUD dr Haryoto Lumajang, kemarin (20/10).

RAWAT INAP: Para siswa SMAN 2 Genteng menjalani perawatan di ruang UGD RSUD dr Haryoto Lumajang, kemarin (20/10). (Jawa Pos Radar Jember)

Share this          

JawaPos.com – SMAN 2 Genteng berduka. Rombongan study tour yang akan berkunjung di sejumlah kampus di Jogjakarta dan Jakarta, sekitar pukul 02.00 mengalami kecelakaan di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Minggu dini hari (20/10).

Satu dari lima bus dalam rombongan itu, mengalami kecelakaan dengan terguling. Meski tidak ada yang meninggal, tapi 20 penumpang dalam bus yang terdiri siswa kelas XI dan guru mengalami luka. “Yang berangkat ini siswa kelas XI,” terang Wakil Kepala SMAN 2 Genteng Bidang Kesiswaan Bagus Dwi Swasono.

Menurut Bagus, siswa yang ikut study tour ini kelas XI yang berjumlah sekitar 230 anak dan diangkut lima bus. Para siswa itu, didampingi 23 orang guru. “Setiap bus berisi 46 siswa, ini menuju Jakarta,” katanya.

Dalam study tour ini, terang dia, rencananya akan mengunjungi kampus Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jawa Barat, dan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. “Kecelakaan ini terjadi saat mau berangkat,” ujarnya. 

Rombongan study tour SMAN 2 Genteng ini berangkat dari sekolahnya di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng pada Sabtu (19/10) sekitar pukul 23.00. Mereka berangkat dengan lima bus secara beriringan. “Berangkat bersama,” jelasnya.

Saat melintas di lokasi kejadian Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, salah satu bus dengan nomor polisi  H 7735 UA warna orange menyalib truk yang sedang mogok. Tapi sial, saat menyalib itu ban belakang sebelah kanan terperosok ke saluran irigasi. “Ban belakang masuk ke saluran irigasi, dan bus terguling,” ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja, ada 20 siswa dan guru yang mengalami luka. Dari jumlah itu, 11 siswa dan dua orang guru harus menjalani rawat inap di RSUD dr Haryoto Lumajang karena lukanya agak serius. “Sebagian siswa tidak mengalami luka,” terangnya.

Menurut Bagus, study tour itu rencananya akan berangkat pada Minggu malam (20/10). Tapi karena jadwal kunjungan di IPDN dimajukan, maka rombongan berangkat pada Sabtu malam (19/10). “Rombongan diberangkatkan lebih awal karena ada perubahan jadwal,” terangnya.

Dalam kecelakaan ini, pihaknya telah menghubungi keluarga siswa dan guru. Orang tua siswa yang mengalami kecelakaan, juga sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk anaknya. “Beberapa siswa yang tidak mengalami luka, diperbolehkan pulang bersama orang tuanya,” terangnya.

Akibat kecelakaan itu, para siswa mengalami trauma dan sebagian ikut pulang bersama wali murid, dengan tidak melanjutkan study tour ke Jakarta. Sementara, rombongan lain yang diangkut empat bus melanjutkan perjalanannya. “Kami prihatin atas kejadian yang menimpa siswa dan guru ini, kami berharap semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi,” tandasnya. (abi)

NYUNGSEP: Bus yang ditumpangi rombongan SMAN 2 Genteng terguling di  Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, kemarin (20/10).

NYUNGSEP: Bus yang ditumpangi rombongan SMAN 2 Genteng terguling di Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, kemarin (20/10). (Jawa Pos Radar Jember)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia