Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Calon Bupati Asal Golkar Harus Visioner

22 Oktober 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SYUKURAN: Ruliyono memotong tumpeng pada puncak HUT Ke-55 Golkar di kantor DPD Golkar Banyuwangi kemarin (20/10).

SYUKURAN: Ruliyono memotong tumpeng pada puncak HUT Ke-55 Golkar di kantor DPD Golkar Banyuwangi kemarin (20/10). (Sigit Hariyadi/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-55 Partai Golongan Karya (Golkar) diperingati secara sederhana namun khidmat di Banyuwangi kemarin (20/10). Segenap pengurus partai beringin menggelar tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Banyuwangi.

Bukan hanya tabur bunga, para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Banyuwangi juga mengikuti upacara bendera di lokasi yang sama. Selanjutnya, mereka bergeser ka kantor DPD Golkar untuk mengikuti workshop pendidikan politik yang dirangkai pemotongan tumpeng.

Ketua DPD Golkar Banyuwangi Ruliyono mengatakan, upacara dan tabur bunga di TMP Wisma Raga Satria mengandung makna agar seluruh kader partai tidak melupakan sejarah dan jasa para pahlawan. Terutama pahlawan asal Partai Golkar.

Usai tabur bunga, kata Ruliyono, rangkaian acara Peringatan HUT Partai Golkar dilanjutkan dengan workshop dan pendidikan politik kader partai bertema “Menakar Kualitas Pemimpin dalam Upaya Menjawab Harapan Masyarakat demi Terawatnya Persatuan dan kesatuan Bangsa di Banyuwangi”. Kali ini narasumber workshop adalah mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Wiyono.

Ruliyono menuturkan, bulan-bulan ini merupakan merupakan bulan-bulan menyongsong Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020. Untuk itu, Golkar harus menyiapkan calon yang akan diusung pada pesta demokrasi tersebut.

Menurut Ruliyono, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk dapat diusung sebagai calon bupati (cabup) dari Golkar. Yang pertama adalah visioner. “Kalau calon tidak visioner, maka keberlansungan pemerintahan dalam menyejahterakan masyarakat Banyuwangi tidak berjalan optimal. Selain itu, jika tidak visioner, bupati tersebut tidak bisa menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat,” kata dia.

Syarat lain yang tidak kalah penting, imbuh Ruliyono, calon bupati yang akan diusung Partai Golkar harus siap bekerja keras untuk masyarakat Banyuwangi.

Masih menurut Ruliyono, Golkar Banyuwangi merupakan partai pertama yang menyiapkan perencanaan dan mekanisme yang berkaitan dengan Pilbup 2020. Termasuk menyiapkan koalisi dengan Partai Demokrat. Namun sejauh ini Golkar Banyuwangi belum mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD Golkar Jatim. “Keinginan kami berkoalisi dengan Demokrat. Alasannya, koalisi Golkar dan Demokrat sudah memiliki pengalaman memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wagub Jatim. Padahal, di Banyuwangi khofifah diprediksi kalah,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia