Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Empat Pendaki Kawah Ijen Terjebak Kobaran Api

22 Oktober 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SELAMAT: Empat pendaki yang sempat terjebak api berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Rest Area Jambu.

SELAMAT: Empat pendaki yang sempat terjebak api berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Rest Area Jambu. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Empat mahasiswa yang sebelumnya dilaporkan sedang melakukan pendakian dipastikan masih terjebak di Gunung Ranti. Hingga pukul  16.00, keempatnya masih dievakuasi Tim Basarnas, TNI, dan relawan. Mereka adalah Lisa Miliana,19, warga Patrang, Jember;  Sayyid Haidar Sururi Al Baity, 20, warga Malang;  Azza Mylah, 20, warga Tegal Besar, Jember; dan Fajar Sulaiman, 19, warga Kaliurang, Jember.

Empat pendaki itu tercatat sebagai mahasiswa  Universitas Jember (Unej). Mereka melakukan pendakian sejak Sabtu pagi (19/10). "Keempat  pendaki tersebut sudah ditemukan. Saat ini sedang dilakukan penjemputan. Yang penting ketemu dulu untuk dibawa ke bawah," kata Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto saat ditemui di rest area Gunung Ranti.

Dia menambahkan, tujuh anggota Kodim 0825 bersama Tim Basarbas dan BPBD sedang melakukan evakuasi empat mahasiswa yang terjebak di Gunung Ranti. Keempat mahasiswa itu sedang dalam perjalanan turun menuju rest area Gunung Ranti. "Sedang dilakukan evakuasi ke bawah. Seluruhnya selamat. Satu orang lemas karena pengaruh asap," katanya.

Proses evakuasi  berlangsung cukup lama. Meski posisi pendaki dan petugas evakuasi sudah berada di titik 600 meter dari rest area Gunung Ranti, namun proses evakuasi tidak berlangsung mudah.

Sertu Gangsar Mujiono, salah satu anggota Koramil Glagah mengatakan, empat mahasiswa itu  dikepung asap dan api. Anggota TNI yang seharusnya ditugaskan ikut menjemput empat pendaki terpaksa harus kembali karena medan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui. "Kita cari jalur mobil, ternyata sudah tertutup api dan asap besar, akhirnya kita pilih kembali," ujarnya

Koptu Mitra Hendri, anggota TNI lainnya menuturkan, dari komunikasi melalui ponsel dengan tim SAR, dua pendaki kondisinya sangat  lemah. Kemungkinan keduanya kesulitan melakukan perjalanan sendiri. "Kita terus komunikasi, untungnya masih ada sinyal. Tapi angin kencang ditambah asap membuat kita kesulitan," tegas anggota Koramil Licin itu.

Selama proses evakuasi berlangsung, seorang wanita tampak memasang wajah cemas di dekat pos pendakian Gunung Ranti. Wanita itu adalah Meilani, 38, ibunda dari  Lisa Miliana, salah seorang pendaki yang terjebak di atas bukit.    

Meilani  menceritakan, anaknya pamit untuk mendaki gunung Ranti pada Jumat sore (18/10). Saat itu anaknya bilang akan berangkat bersama teman-temannya. Wanita yang akrab disapa Memei itu baru tahu jika anaknya terjebak di Gunung Ranti setelah salah satu kawan anaknya mengabarinya. "Tadi malam sekitar pukul 21.00 dapat kabar anak saya terjebak kebakaran. Pagi tadi (kemarin) saya langsung datang ke sini," kata Memei.

Selama ini putri sulungnya memang memiliki hobi mendaki gunung. Sebelum ke Gunung Ranti, putrinya itu baru saja pulang dari Bromo dan Semeru. "Tadi saya dikabari anak saya selamat, semoga selamat. Anak-anak yang lain itu orang tuanya tidak tahu, mereka anak kos-kosan" kata  Memei.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia