Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Jelang Presiden Dilantik, Polres Banyuwangi Gelar Patroli Skala Besar

20 Oktober 2019, 05: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

NAIK MOTOR  PATWAL: Usai gelar apel pasukan, Kapolres Taufik H.Z bersama Dandim Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto langsung patroli  ke sejumlah kecamatan.

NAIK MOTOR PATWAL: Usai gelar apel pasukan, Kapolres Taufik H.Z bersama Dandim Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto langsung patroli ke sejumlah kecamatan. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Aparat gabungan menggelar apel gelar pasukan di Mapolres Banyuwangi, kemarin (18/10). Apel bersandi Mantab Brata Semeru 2019 tersebut dalam rangka kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden. Apel diikuti anggota Polres, Lanal, dan Kodim 0825.

Usai apel, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi bersama personel gabungan langsung  menggelar patroli gabungan berskala besar. ”Operasi akan kita laksanakan setiap hari sampai setelah pelantikan guna menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Banyuwangi,” tegas Kapolres.

Sasaran pengamanan dalam operasi kali ini,  pada kegiatan-kegiatan jalanan yang saat ini meningkat di wilayah hukum Polres Banyuwangi. Operasi menyasar pada pencegahan tindak kejahatan seperti premanisme, kejahatan jalanan atau begal, peredaran minuman keras, maupun tempat- tempat yang sering dijadikan sebagai pesta miras.

Kegiatan operasi gabungan ini, kata Kapolres Taufik, merupakan kerja sama yang baik sekaligus membuktikan Pemkab Banyuwangi bersama elemen lainnya saling mendukung dalam menciptakan wilayah kondusif bagi masyarakat Banyuwangi. ”Kita juga akan awasi tempat pembuatan senjata tajam seperti pandai besi yang memproduksi parang, pedang yang dapat membahayakan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Terkait aksi demo ataupun kegiatan yang sifatnya menyalurkan aspirasi saat pelantikan presiden dan wakil presiden RI tepat tanggal 20 Oktober juga ditiadakan. Pengamanan gabungan ini merupakan upaya untuk menjaga situasi kamtibmas jelang dan pascapelantikan presiden dan wakil presiden. ”Banyuwangi sudah aman dan kondusif, kami berharap masyarakat Banyuwangi juga dapat menjaga situasi kamtibmas ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemkab Banyuwangi kemarin menggelar istighotsah yang dirangkai doa bersama. Selain untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, doa bersama kali ini dimaksudkan untuk menjaga kedamaian dan situasi kondusif menjelang, selama, dan pascapelantikan presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih hasil Pemilihan Umum Pemilu 2019.

Ratusan jamaah mengikuti istighotsah, selawatan, dan doa bersama yang digelar di Masjid Babussalam, kompleks kantor Pemkab Banyuwangi. Acara yang digelar usai salat Jumat itu juga diwarnai santunan kepada anak yatim.

 Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono mengatakan, sesuai surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri), seluruh masyarakat di Indonesia diharapkan melakukan doa bersama untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. ”Doa bersama ini kami lakukan untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif menjelang pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Mujiono, istighotsah, selawat, dan santunan anak yatim digelar untuk menjaga kesatuan, kerukunan, dan perdamaian di Banyuwangi. Di sisi lain, Mujiono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai pemkab dan seluruh masyarakat Banyuwangi. ”Banyuwangi semakin hari semakin baik. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh PNS dan didukung seluruh masyarakat Banyuwangi,” pungkasnya.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia