Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Tulis Komen Nyinyir di Medsos, Nyaris Diamuk Massa

14 Oktober 2019, 18: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MEDIASI: Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, mendatangi kantor Dusun Tegalpare, Jumat malam (11/10).

MEDIASI: Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, mendatangi kantor Dusun Tegalpare, Jumat malam (11/10). (RAHMAT FOR JPRG)

Share this          

JawaPos.com – Jempulmu harimaumu. Gara-gara panas melihat komentar nyinyir di media sosial Facebook, puluhan warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, mendatangi Kantor Dusun Tegalpare, Jumat malam (11/10).

Warga mendatangi kantor dusun hendak melabrak pemilik akun Rambo Pensiun Rambo yang berinisial AT, 45, warga setempat. Bahkan, AT yang dimediasi Kepala Dusun Tegalpare itu nyaris jadi bulan-bulanan warga. Warga tidak terima dengan komentar AT yang diduga sebagai salah satu pendukung calon kepala Desa Wringinputih terpilih.

Komentar di medsos yang membuat warga geram adalah, ”Orkes ae mbakyu, permintak ane wong galpare, seng rai gedek ndelok gk opo” (Orkes saja Mbak, permintaan warga Tegalpare, yang bermuka tembok (tak tahu malu) ikut melihat juga tidak apa-apa, Red). ”Maksudnya bercanda, tapi warga emosi dengan perkataan tersebut,” ujar Kapolsek Muncar AKP M. Zaenuri.

Akibat nyinyiran tersebut, lanjut Zaenuri, ratusan warga yang awalnya santun berubah beringas begitu tahu ada komentar nyelekit dari AT. ”Sekarang kondisi Tegalpare masih banyak yang emosi, warga langsung datang ke kantor Dusun Tegalpare untuk meminta dimediasi dengan pemilik akun tersebut,” katanya.

Warga menggeruduk kantor Dusun Tegalpare itu, sejak pukul 15.00. Saat itu juga, AT langsung didatangkan. ”Kita sudah berusaha untuk mediasi dan meredam massa, tetapi masa tetap beringas,” terang Zaenuri.

Maka dari itu, AT langsung diamankan ke Polsek Muncar. Sekitar pukul 18.00, ternyata massa masih bertahan di kantor Dusun Tegalpare. ”Warga mengancam akan tetap di tempat sampai kepala dusun yang diduga juga memihak ke cakades terpilih untuk mundur dari jabatannya,” ungkapnya.

Sekitar pukul 21.00, warga baru mau membubarkan diri. Walaupun permintaannya Kadus Tegalpare untuk mundur dari jabatan tidak terpenuhi. Sedangkan AT, masih diamankan di Polsek. ”Tidak kita tahan, hanya mengamankan dari amuk massa. AT juga takut keluar karena takut dikeroyok massa,” jelasnya.

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia