Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Layanan Dispendukcapil di Grha Pena Diapresiasi Kemenpan-RB

14 Oktober 2019, 16: 00: 17 WIB | editor : Ali Sodiqin

MUDAH: Siswa mendapat Kartu Identitas Anak dari mobil layanan Dispenduk Banyuwangi di halaman Grha Pena Banyuwangi Jumat lalu (11/10).

MUDAH: Siswa mendapat Kartu Identitas Anak dari mobil layanan Dispenduk Banyuwangi di halaman Grha Pena Banyuwangi Jumat lalu (11/10). (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Layanan pengurusan dokumen administrasi kependudukan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pada event ”Bursa Kopi” Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) menuai apresiasi. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI menilai hal itu merupakan wujud niat baik pemerintah untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Layanan pengurusan dokumen administrasi kependudukan itu dibuka di area Bursa Kopi sejak Jumat pagi hingga malam (11/10). Tepatnya sejak pukul 07.00 sampai 21.30. Ratusan warga pun datang secara bergelombang memenuhi stan layanan Dispendukcapil.

Ada yang datang untuk mengurus kartu identitas anak (KIA), kartu keluarga (KK), maupun surat keterangan (suket) pengganti kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Hasilnya, sedikitnya 700 warga berhasil mendapatkan KIA, 23 orang mendapat suket, dan tiga orang mendapatkan KK.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Informasi Kemenpan-RB Agus Febri yang tengah berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka evaluasi pelayanan publik menyatakan apresiasi terhadap kolaborasi Dispendukcapil dan JP-RaBa tersebut. ”Saya sangat mengapresiasi dan tidak menyangka kegiatan seperti ini dapat mengundang banyak warga dari berbagai kalangan,” ujarnya saat meninjau stan layanan Dispendukcapil di halaman gedung Grha Pena kantor JP-RaBa Jumat malam lalu (11/10).

Agus mengatakan, layanan yang diberikan Dispendukcapil di luar jam kerja tersebut sangat luar biasa. Apalagi, selain JP-RaBa, layanan tersebut juga didukung para pengusaha kopi yang membuka gerai pada event Bursa Kopi tersebut. Sehingga masyarakat dari lintas kalangan tertarik datang dan mengakses layanan administrasi kependudukan yang diberikan Dispendukcapil. ”Saya sudah keliling ke berbagai daerah di Indonesia, baru saya temukan di Banyuwangi,” kata dia.

Menurut Agus, layanan di luar jam kerja yang diberikan Dispendukcapil merupakan salah satu wujud goodwill Pemkab Banyuwangi untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat. ”Ini sangat positif. Kerja sama JP-RaBa dengan Dispendukcapil ini kami harapkan terus berlangsung. Pemkab tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, termasuk JP-RaBa,” imbuhnya.

Sementara itu, Agus menyatakan Bursa Kopi yang diprakarsai JP-RaBa merupakan event yang sangat bermanfaat. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang promosi yang dapat mengerek pamor dan pemasaran kopi Banyuwangi. ”Kopi Banyuwangi mulai tumbuh pesat. Tadinya kopi dikenalnya hanya dari Aceh, Sumut, dan lain-lain. Sekarang ini banyak masyarakat yang mengenal kopi Banyuwangi. Event ini perlu dilakukan berkelanjutan,” pungkasnya.

(bw/sgt/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia