Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Bareskrim Polri Sita 12.000 Botol Jamu Tak Berizin

14 Oktober 2019, 16: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITUTUP: Polisi memasang garis polisi pada gerbang pabrik jamu Tawon Klanceng di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

DITUTUP: Polisi memasang garis polisi pada gerbang pabrik jamu Tawon Klanceng di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin. (Shulhan Hadi/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Satu unit kendaraan Fuso bernopol B 9846 TYU terparkir di depan Polsek Muncar siang kemarin (12/10). Kendaraan dengan bak panjang tersebut memuat ribuan botol jamu. Bersamaan dengan itu, sekitar tujuh orang menjalani pemeriksaan di Polsek Rogojampi.

Siang itu, tim dari Bareskrim Polri yang dipimpin AKBP Gede Suyasa selaku Kanit 2 Subdit 1 Direktorat Tipiter Bareskrim menggelar pemeriksaan maraton atas temuan produk jamu Klanceng yang tidak sesuai prosedur. Hingga sore kemarin, kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Tujuh saksi termasuk Direktur CV Putri Husada atas nama Bambang sudah diperiksa,” ucap Suyasa.

Sementara itu, lokasi produksi jamu Tawon Klanceng yang berada di Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, sudah dipasangi garis polisi. Kurang lebih sebanyak 12 ribu botol jamu ikut disita dalam tempat tersebut. Pihak kepolisian melakukan penyitaan dan penyegelan setelah menerima laporan dari masyarakat.

AKBP Gede Suyasa bersama tim sudah berada di Banyuwangi sejak sepekan lalu. Menurutnya, dari data sementara yang dikantongi Bareskrim, perusahaan ini sebelumnya sudah pernah beroperasi. Namun, oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat ditutup karena ada ketidaksesuaian perizinan. ”Perusahaan ini pernah ditutup tahun 2013 lalu,” terangnya.

Saat ini, kepolisian terus mengembangkan temuan ini. Termasuk satu truk jamu yang juga sempat diamankan. Untuk jamu di dalam truk ini, menurut Gede Suyasa, berbeda dengan jamu Tawon Klanceng. ”Kalau yang di truk itu Raja Tawon,” terangnya.

Polisi mengamankan kendaraan tersebut karena pengemudi tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan dan surat jamu. Namun, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan secara utuh. ”Kita fokus jamu Klanceng dulu,” jelasnya.

(bw/sli/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia