Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Batang Tanaman Buah Naga Menjadi Pupuk Organik

14 Oktober 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISERAHKAN: Tim Poliwangi Adetya Prananda (tujuh dari kanan) dan Anggra Fiveriati (empat dari kanan) menyerahkan mesin pencacah kepada mitra petani di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kemarin.

DISERAHKAN: Tim Poliwangi Adetya Prananda (tujuh dari kanan) dan Anggra Fiveriati (empat dari kanan) menyerahkan mesin pencacah kepada mitra petani di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kemarin. (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), kembali bersinergi dengan petani Banyuwangi dengan mewujudkan pertanian organik. Kali ini tim Poliwangi yang terdiri Adetya Prananda dan Anggra Fiveriati menggandeng mitra petani dari Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Sasaran dalam kegiatannya, limbah batang tanaman buah naga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Anggra Fiveriati mengaku sering melihat tumpukan batang tanaman buah naga yang dibiarkan di kebun-kebun, yang lokasinya di tepi jalan sekitar Genteng, Sempu, dan Tegalsari. “Untuk peremajaan, memang perlu dipangkas,” ujar salah satu petani buah naga, Pramuji.

Melihat fenomena itu, Adetya Prananda dan timnya memberikan edukasi kepada beberapa petani mitra, berbagai limbah pertanian termasuk batang tanaman buah naga, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. “Jadi batang pangkasan yang selama ini dibuang, bisa dijadikan pupuk dan bermanfaat bagi tanaman itu sendiri,” kata Adetya.

Dalam kegiatan itu, tim dari Poliwangi juga menyumbangkan sebuah alat pencacah yang dibuat oleh Andre dan Made, mahasiswa Teknik Mesin Poliwangi. “Dari hasil demonstrasi, mesin tersebut dapat mencacah 10 kilogram batang tanaman buah naga dalam waktu 10 detik,” jelas Anggra Fiveriati.(*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia