Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Bantu Petani Kembangkan Mesin Penyedot Gabah

13 Oktober 2019, 19: 22: 45 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISERAHKAN: Ketua tim PKM Yeddid Yonatan E.D menyerahkan mesin penyedot gabah kepada kelompok tani Selep di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, kemarin.

DISERAHKAN: Ketua tim PKM Yeddid Yonatan E.D menyerahkan mesin penyedot gabah kepada kelompok tani Selep di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, kemarin. (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berhasil menciptakan mesin penyedot gabah. Mesin itu diserahkan kepada mitra kelompok tani Selep di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, kemarin.

Mesin penyedot gabah untuk memecahkan permasalahan yang sering dihadapi mitra itu, diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang diketuai Yeddid Yonatan E.D, S.T.,M.S bersama dua dosen dari Poliwangi, Galang Sandy Prayogo, S.T., M.T, dan Nuraini Lusi S.Pd., M.T.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan selama empat bulan tersebut, dimulai dengan survei dan interview. Itu dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan dari mitra. Ternyata, mitra mengalami permasalahan tentang proses pengepakan gabah yang masih dilakukan secara manual. Sehingga muncul ide membantu proses pengepakan gabah dengan membuat mesin penyedot gabah.

Tim PKM yang dibantu oleh dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Alfianto dan M. Cholis Kurnia Pramuda itu, mengembangkan mesin penyedot gabah yang dirancang dengan memanfaatkan Blower Sentrifugal dan motor bakar sebagai penggerak, yang dapat mempercepat proses pengepakan gabah. “Mesin ini untuk pengepakan gabah dan mengurangi penggunaan tenaga manusia. Alat ini dapat digunakan kapan saja dan portable, karena menggunakan motor bakar,” ujar Yeddid Yonatan E.D.

Mekanisme kerja dari mesin ini, dirancang sangat sederhana agar mudah digunakan. Hanya dengan menyalakan motor bakar, blower akan berputar sehingga menyedot gabah melalui selang input, dan dihempaskan melalui selang output ke dalam karung. “Gabah yang dijemur disedot ke dalam blower, blower ini langsung terhubung dengan karung gabah,” katanya.

Blower yang digunakan dari material besi cor, sehingga kekuatannya sangat baik, dan material mudah didapatkan di kalangan umum. “Mesin ini sangat sederhana dan efektif, terutama bagi sebagian besar masyarakat petani,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua kelompok tani sekaligus pengelola, Adrianus Brakasadhita menjelaskan, jumlah gabah yang sangat banyak memerlukan tenaga kerja yang banyak pula. “Proses pengepakan gabah selama ini masih manual dan membutuhkan waktu yang lama, dengan mesin penyedot gabah ini bisa mempercepat pekerjaan,” katanya.

Adrianus berharap kegiatan ini akan terus berjalan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Terutama dalam dunia pertanian yang sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. “Saya harap kegiatan ini dapat terus berjalan, karena sangat membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang ada,” harapnya.(*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia