Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Cegah Abrasi, Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Santen

09 Oktober 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TNI PEDULI LINGKUNGAN: Ribuan bibit mangrove ditanam di sepanjang Pantai Pulau Santen, kemarin. Bakti sosial ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 TNI.

TNI PEDULI LINGKUNGAN: Ribuan bibit mangrove ditanam di sepanjang Pantai Pulau Santen, kemarin. Bakti sosial ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 TNI. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com –  Ratusan anggota TNI kemarin memenuhi sepanjang muara Pantai Syariah, kawasan Pulau Santen. Mereka menanam ribuan bibit bakau. Tak hanya anggota TNI, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko bersama beberapa siswa, relawan SAR, dan beberapa karyawan perusahaan ikut terjun ke lumpur untuk menanam bakau.    

Bibit bakau tersebut ditanam di sisi barat dan timur muara dengan panjang lebih dari 200 meter. ”Semoga ini ikut menyelamatkan anak cucu dan lingkungan kita di masa depan,” kata Wabup Yusuf.

Danlanal Banyuwangi Letkol Laut Yulius Azz Zaenal mengatakan, ada 7.000 bibit bakau yang ditanam hari itu. Bakti sosial itu menjadi bagian dari penanaman 300.074 bakau serentak yang dilakukan TNI di seluruh Indonesia dalam rangka peringatan HUT ke-74 TNI. Mereka sengaja memilih Pantai Pulau Santen sebagai lokasi penanaman karena melihat abrasi di kawasan ini sudah parah.

Untuk menekan semakin meluasnya abrasi, penanaman ribuan bibit dilakukan oleh anggota TNI. Kegiatan itu sekaligus bertujuan untuk menjaga ekosistem seperti habitat ikan, pengurangan zat karbon di udara, dan melokalisasi nyamuk penyebab malaria. ”Pusat penanaman dilakukan di Jakarta, tapi semua wilayah terutama yang memiliki kawasan pantai menyiapkan penanaman bakau seperti ini. Tanaman mangrove semacam ini bisa menyerap 4 sampai 5 kali lebih besar karbon di udara,” jelas Zaenal.

Dandim 0825 Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan, Pulau Santen dipilih untuk penanaman bakau karena kawasan tersebut menjadi milik TNI. Meski demikian, kawasan tersebut tetap perlu dijaga. Pertimbangannya, tempat tersebut salah satu kawasan mangrove yang cukup berpengaruh di Banyuwangi.

Selain menanam bakau, pihaknya akan membersihkan sampah di kawasan tersebut. Banyak sampah yang menumpuk di sepanjang muara. ”Bakti sosial ini menunjukkan jika kita (TNI) dan masyarakat semakin solid dalam menjaga kebersihan lingkungan. Semoga nanti mangrove-nya berkembang dengan baik,” ujarnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia