Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Perawat RSAH Dilatih Penggunaan dan Pemeliharaan CPAP

09 Oktober 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SERIUS: Peserta in-house training CPAP menyimak penjelasan dari narasumber di RS Al Huda Rabu lalu (2/10).

SERIUS: Peserta in-house training CPAP menyimak penjelasan dari narasumber di RS Al Huda Rabu lalu (2/10). (RS Al Huda For RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Pasien nomor satu. Itulah moto yang menjadi passion RS Al Huda (RSAH) dalam upaya meningkatkan pelayanan. Ini terlihat dari kegiatan rutin RSAH dalam me-review, meng-update dan meng-upgrade skill dan knowledge sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai bentuk pelatihan.

Salah satunya dalam bentuk in-house training dan workshop seperti yang dilaksanakan di RSAH Rabu lalu (2/10). ”Pelatihan kali ini bertema penggunaan alat medis Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang aman bagi pasien bayi baru lahir (neonatal) bagi para medis dan cara pemeliharaannya bagi tim utility,” papar Ida Nurdiyanti Amd Kep, Manajer Keperawatan RS Al Huda.

Dalam kegiatan yang berlangsung sehari itu, semua peserta yang terdiri dari perawat dan bidan ruang ICU, ruang perinatologi, perawat dan bidan supervisor, serta tim utility, antusias menyimak materi yang disampaikan narasumber. Dengan skenario kasus yang sering ditemui di lapangan, peserta langsung melakukan simulasi pengoperasian CPAP. ”Diharapkan dengan metode ini, para peserta lebih memahami penggunaan alat tersebut dan peka pada kebutuhan pasien ketika berada di lapangan,” ujar Ida.

 Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RSAH dr Suryadinata menjelaskan, CPAP merupakan alat canggih yang fungsinya hampir sama dengan alat bantu napas mekanik ventilator. Alat ini diperlukan terutama pada bayi lahir yang dirawat di ruang rawat perinatologi, yakni tempat perawatan neonatal yang berisiko tinggi. Seperti bayi dengan berat badan lahir rendah(BBLR), bayi lahir dengan kecacatan, atau mengalami gangguan pernapasan (asphyxia). ”Di mana asfiksia merupakan penyebab seperlima semua kematian neonatal di seluruh dunia,” ungkap Surya.

Dijelaskan, CPAP men-support fungsi pernapasan bayi agar tetap optimal. Dengan harapan, kebutuhan dasar akan oksigen bayi tersebut tetap terpenuhi. Dengan begitu, dapat meminimalkan risiko bayi jatuh pada kondisi lebih buruk. Juga bayi diharapkan dapat terhindar dari risiko kecacatan maupun kematian.

Dikatakan, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin kompleks. Karena itu, demi terjaminnya pelayanan yang lebih baik, keberadaan alat canggih dan lengkap serta SDM yang semakin terlatih menjadi kewajiban bagi RSAH untuk memenuhinya. ”Salah satunya pelayanan untuk pasien bayi,” pungkasnya.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia