Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Sekeluarga Disambar Sepur; Ibu Tewas, Bayi Kritis, dan Suami Selamat

08 Oktober 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DISAMBAR SEPUR: Mobil Isuzu Panther ringsek usai ditabrak kereta saat melintas di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, kemarin (6/10).

DISAMBAR SEPUR: Mobil Isuzu Panther ringsek usai ditabrak kereta saat melintas di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, kemarin (6/10). (Polsek Kalibaru For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Tabrakan antara Kereta Api (KA) Mutiara Timur Siang dengan mobil Isuzu Panther yang ditumpangi satu keluarga, terjadi di perlintasan Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, pukul 14.20, kemarin (6/10).

Kecelakaan itu terjadi saat mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi DK 1734 BD yang disopiri Mohamad Saini, 45, warga Dusun Kampung Baru, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, mendadak mesinnya mati saat melintas di lintasan sepur itu.

Saat kecelakaan itu, di dalam mobil ada Hesti Wijaya Ningrum, 40, istri Saini, dan anaknya Abdillah yang masih berumur dua tahun. Istri Saini itu tewas di lokasi kejadian, sedang Saini bersama anaknya luka serius. “Semua korban dibawa ke RSU Bhakti Husada, Krikilan,” terang Kanit Lantas Polsek Kalibaru Ipda Nanang Wardhana.

Mneurut kanit lantas, kecelakaan itu terjadi saat mobil Isuzu Panther yang disopiri Saini dengan membawa istri dan anaknya melaju dari arah selatan. Mobil ini, melintasi lintasan KA yang tidak ada palang pintunya. “Saat ditengah rel, tiba-tiba mesin mobil mati,” terangnya.

Bersamaan dengan itu, dari arah barat meluncur KA Mutiara Timur Siang. Karena jarak sudah mepet, mobil Isuzu Panther yang melintang di tengah rel itu langsung ditabrak dan terseret hingga 20 meter dari lokasi kejadian. Mobil terpelanting dan nyungsep ke kebun cabai milik warga. Sadar menabrak mobil, masinis sempat menghentikan sepurnya. “Kereta sempat berhenti, dan warga langsung mengevakuasi korban,” katanya.

Akibat kecelakaan itu, Sopir mobil Saini menderita luka pada pelipis kiri dan masih sadar, sedang istrinya Hesti Wijaya Ningrum mengalami luka pada kepala dan tewas di lokasi kejadian. “Anaknya yang masih balita mengalami luka patah kaki kanan dan lecet di beberapa bagian tubuh, kondisinya kritis,” terangnya.

Saat mobilnya ditabrak sepur itu, jelas dia, posisi korban yang meninggal itu duduk di jok depan samping sopir. Saat itu, korban memangku anaknya Abdillah. “Korban ini meninggal akibat kepalanya benturan keras saat mobilnya ditabrak sepur,” jelasnya.

Oleh warga dan polisi, ketiga pengendara mobil itu dilarikan ke RS Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore. Sementara kondisi mobil Isuzu Panther rusak parah. “Korban satu tewas, satu kritis, dan satu luka parah,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin sore.

Sementara itu, humas KAI Daops IX Jember Mahendro Trang Bawono membenarkan ada kecelakaan di lintasan tanpa palang pitu di Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore itu. Kejadian seperti itu, jelas tidak diharapkan, pihaknya akan terus menghimbau masyarakat terutama pengendara motor dan mobil bila hendak melintasi rel KA wajib berhenti dahulu. “Sebelum melintasi pastikan tidak ada KA yang akan lewat, kami turut prihatin dan bela sungkawa,” katanya.

Ditanya tidak adanya palang pintu, Mahendro menyebut itu kewenangan Kementerian Perhubungan. “Kami hanya operator sarana saja, itu sesuai amanah undang-undangnya,” cetusnya.

KRITIS: Anggota Lantas Polsek Kalibaru menjenguk korban Abdillah yang masih menjalani perawatan di RSu Bhakti Husada, Krikilan, kemairn (6/10).

KRITIS: Anggota Lantas Polsek Kalibaru menjenguk korban Abdillah yang masih menjalani perawatan di RSu Bhakti Husada, Krikilan, kemairn (6/10). (Polsek Kalibaru For RaBa)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia